IBADAH, Jakarta – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mendukung upaya pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM untuk fokus pada peningkatan kualitas koperasi dan UKM di tanah air.
Ia menilai koperasi sangat potensial untuk menjalankan peran sebagai pemutus mata rantai kesenjangan sosial dan pendapatan bagi masyarakat Indonesia.
“Koperasi merupakan wadah kelembagaan yang cocok untuk pemberdayaan, maka saya menyarankan agar dibentuklah koperasi ini untuk menindaklanjuti upaya menghilanhkan kesenjangan, pemberdayaan ekonomi umat,” kata Ma’ruf Amin dalam keterangan tertulis yang diterima ibadah.id, Rabu (11/07/2018).
Menurut Ma’ruf koperasi merupakan wadah perekonomian masyarakat yang tak akan mudah digoyahkan oleh pengaruh krisis eksternal ekonomi global. Ia pun meminta masyarakat agar turut mendukung peningkatan kualitas koperasi dan menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
“Dengan kuatnya ekonomi umat melalui koperasi, perekonomian kita tidak akan mudah dipengaruhi kondisi pasar global yang tidak menentu,” papar Ma’ruf.
Sementara itu, wartawan dan presenter televisi Andy F. Noya yang mengaku semula ragu koperasi mampu mengambil peran di era digital justru kini semakin meyakini koperasi sangat potensial.
“Banyak pertanyaan mengenai posisi koperasi di era digital di era milenium yang sering saya terima. Tetapi setelah berkomunikasi atau sering berkomunikasi dengan Menteri Koperasi dan UKM, saya melihat bagaimana peran koperasi di era kekinian, jadi saya tadinya ragu tapi sekarang saya melihat peran koperasi terhadap zaman bisa menjadi tumpuan terutama bagi anak-anak muda, bagi UKM, bagi mereka yang ingin memulai usaha,” katanya.
Ia juga berpendapat bahwa bentuk koperasi adalah salah satu pilihan yang menarik.
“Dan saya pribadi sekarang mulai tertarik pada koperasi karena saya ingin tinggal di desa dimana desa ini saya yakini bisa bergerak ekonominya berdasarkan konsep koperasi,” katanya.
Dan kata dia, koperasi sekarang bukan cuma menghimpun uang-uang kecil tapi bahkan ada koperasi sekarang dengan perputaran sampai Rp5 triliun.
“Ini sesuatu yang perlu digalakkan semoga koperasi sebagai soko guru ekonomi kita kembali kepada khittahnya, kepada prinsip-prinsipnya tanpa mengabaikan bahwa zaman sudah berubah, sekarang eranya era digital,” katanya.
Andy berharap koperasi di usianya yang ke-71 tahun ini bisa semakin bermanfaat untuk rakyat di Tanah Air.
