Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

KemenkopUKM dan Kementan Jalin Kerja Sama Kembangkan Hilirisasi Produk Peternakan Melalui Koperasi

Irawan Nugroho
10 May 2023 | 09:34
rubrik: News, Nusantara
KemenkopUKM dan Kementan Jalin Kerja Sama Kembangkan Hilirisasi Produk Peternakan Melalui Koperasi

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki dan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menunjukkan kesepakatan bersama pengembangan KUMKM di bidang peternakan, di Jakarta, Selasa (9/5)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) dan Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kesepakatan bersama dalam  pengembangan koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM) di bidang peternakan, hingga hilirisasi produk hasil peternakan.

“Kerja sama ini dalam upaya untuk mengembangkan model bisnis peternakan dan pertanian perorangan skala kecil yang kita konsolidasi,” ujar Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki saat menandatangani kesepakatan bersama dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, di Jakarta, Selasa (9/5).

Mentan Berencana Kembangkan 1000 Sapi Untuk 1 Klaster

Tujuan kerja sama itu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk hasil peternakan, memberikan nilai tambah, dan daya saing produk hasil peternakan, serta meningkatkan pendapatan dan taraf hidup peternak yang tergabung dalam koperasi dan UMKM.

Menteri Teten menekankan pentingnya model bisnis peternakan dan pertanian yang sustain dan efisien. Untuk itu, para peternak tidak mungkin usaha sendiri-sendiri dengan skala kecil.

Saat ini, peternak ayam, sapi, dan kambing masih orang per orang. “Kebetulan, Mentan ada rencana mengembangkan 1000 sapi untuk 1 klaster, bisa dalam bentuk koperasi. Artinya, satu manajemen dari hulu hilir, bukan hanya budidayanya tapi juga terhubung ke market. Bukan hanya model bisnis, tapi juga hilirisasi agar ada nilai tambah untuk peternak,” kata Menteri Teten.

Lebih dari itu, MenkopUKM juga menyebutkan akan mensinergikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan dana koperasi. “Sudah ada piloting model seperti ini. Kerja sama ini selain bisa mengembangkan skala ekonomi, corporate farming berbasis peternak kecil dalam koperasi, terhubung ke offtaker dan pembiayaan, juga hilirisasi kita kembangkan. Produknya terstandar dan sustain,” kata Menteri Teten.

Menteri Teten mencontohkan, selama ini pihaknya sudah banyak melakukan pendampingan untuk peternak sapi perah. Bahkan, dengan Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) bekerja sama dalam pengembangan koperasi penggemukan domba. Begitu juga dengan PBNU, ada rencana membangun rantai koperasi ayam potong.

See also  Pelunasan Bipih Tahap II Dibuka 13 Maret, Diprioritaskan bagi Pendamping Lansia dan Disabilitas

“Kita akan bangun piloting-piloting terlebih dahulu untuk kemudian menjadi role model. Kemudian, bisa direplikasi,” ucap Menteri Teten.

Peternakan Harus Difokuskan Pada Pengembangan Sapi Perah Terhubung Ke Offtaker

Untuk peternakan, lanjut Menteri Teten, akan fokus pada pengembangan sapi perah dan terhubung ke offtakernya. Koperasi juga bisa mengembangkan produk turunannya. “Tinggal bisnis modelnya dirapikan. Kemudian, ayam potong dan domba, domba akan ditawarkan ke Kementan dan cocok untuk petani yang tidak mempunyai lahan luas,” kata Menteri Teten.

Menteri Teten mencontohkan negara di Eropa seperti Swiss dan Belanda, di mana pengembangan sektor agrikulturnya dikembangkan melalui koperasi. Bahkan, penghasil susu terbesar di dunia, juga dalam bentuk koperasi, dengan koperasi memiliki industri pengolahan susunya.

“Detailnya nanti antar Satgas dari Kementan dan KemenKopUKM akan mencocokkan, sektornya apa,” ujar Menteri Teten.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan berharap kerja sama strategis ini diharapkan mampu mendorong sektor budidaya makin optimal, pascapanen makin terolah dengan baik, hingga market yang bisa terprediksi dengan baik.

Untuk itu, Kementan membangun kerja sama dengan KemenKopUKM agar lebih spesifik di lapangan, untuk seluruh komoditas budidaya. “Kementan akan fokus di bagian budidaya, KemenKopUKM akan memfasilitasi business plan sampai marketnya dengan baik,” ucap Mentan.*

Previous Post

Kemenag Terbitkan Buku Digital Pedoman Manasik Haji Lansia

Next Post

UMKM Universa Sajadah Raup Omset Ratusan Juta Rupiah Selama Ramadhan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks