MADANINEWS.ID, Jakarta – ASEAN Foundation dan Ruangguru telah berhasil memberikan edukasi literasi digital kepada lebih dari 12.000 guru dan pelajar di Jabodetabek dalam ASEAN Digital Literacy Programme (ASEAN DLP). Program pelatihan kecakapan digital yang didukung oleh Google.org ini dilakukan sebagai bentuk dukungan dan kolaborasi dengan ASEAN Foundation guna memerangi misinformasi dan disinformasi di Asia Tenggara. Selama 6 bulan, ASEAN DLP berfokus pada kegiatan webinar, diskusi, workshop offline pendalaman materi, serta pendampingan amplifikasi edukasi literasi digital di lingkungan terdekat peserta.
Executive Director ASEAN Foundation, Dr. Piti Srisangnam mengatakan, “Kami sangat kagum melihat antusiasme dari seluruh peserta guru dan pelajar dalam program ini. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang mau mengikuti program yang mencapai lebih dari 12.000 peserta. Ini juga membuktikan bahwa masyarakat Indonesia menyadari dan mau berperan aktif dalam memerangi misinformasi dan disinformasi. Kami percaya, dampak ini juga akan terus disebarkan oleh masyarakat yang terdampak, bahkan hingga setelah program ini telah selesai. Semoga kolaborasi ini juga nantinya dapat menciptakan dampak positif lainnya yang lebih besar lagi di wilayah Indonesia maupun ASEAN.”
Dalam program ini, sebanyak 76 peserta telah terpilih sebagai Master Trainers yang terdiri dari 53 siswa, 18 guru, dan 5 pengawas sekolah SMP/Sederajat dan SMA/Sederajat di Jabodetabek. Para Master Trainers selama program telah diberikan pembekalan pendampingan belajar tentang literasi digital yang kemudian membantu mengedukasi masyarakat dalam memerangi misinformasi dan disinformasi melalui penyebaran pengetahuan tentang literasi digital yang telah mereka pelajari selama program.
Head of Public Policy & Government Relations Ruangguru, Gautama Adi Kusuma mengatakan di Jakarta (8/5/2023), “Ruangguru mengucapkan terima kasih kepada ASEAN Foundation atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Kami juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi peran besar para Master Trainers sebagai agen perubahan yang telah mampu mengedukasi masyarakat tentang materi literasi digital secara daring maupun luring. Kami percaya para Master Trainers telah menjadi agen perubahan dalam membangun ranah digital yang lebih aman dan ramah bagi kita semua. Semoga manfaat ini kedepannya juga dapat dirasakan oleh masyarakat di daerah lain di seluruh Indonesia.”
Selama 6 bulan, para peserta dicatat telah mengikuti berbagai macam kegiatan seperti sebagai berikut.
Webinar & Workshop Exclusive
Materi didasarkan pada modul Online Safety dan Media Literacy dari ASEAN Foundation yang konteksnya telah disesuaikan dengan pilar literasi digital milik Kementerian Komunikasi dan Informatika, yaitu Digital Skills, Digital Security, Digital Culture, and Digital Ethics.
Self Study
Kegiatan mingguan sebagai bentuk self-directed learning dengan menggunakan video pembelajaran literasi digital “Yuk Cerdas Berinternet” di aplikasi Ruangguru, berbagai kuis serta kurasi Infografis tentang literasi digital.
Case Study
Peserta mengikuti diskusi daring melalui webinar dengan para pakar terkait topik untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan literasi digital yang lebih komprehensif. Pakar juga menyiapkan studi kasus untuk Master Trainer untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka ke kasus dunia nyata.
Amplification
Master Trainers ditantang untuk mulai membuat berbagai kegiatan kreatif dalam menyebarkan ilmu Literasi Digital di lingkungan mereka masing-masing seluas-luasnya–aktivitas ini disebut sebagai amplifikasi. Aktivitas amplifikasi yang dilakukan oleh Master Trainer dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti: Web-based Seminar (Webinar) dan sosialisasi ke masing-masing sekolah
“Sebelum mengikuti program ASEAN DLP, seringkali saya tidak mencari tahu sumber dan kebenaran sebuah informasi yang saya dapatkan. Biasanya langsung saja saya bagikan ke grup atau komunitas yang dianggap sejalan dengan pemikiran saya. Dengan pelatihan dan pembekalan selama ASEAN DLP, saya menyadari apa yang saya lakukan selama ini adalah sesuatu yang keliru. Sekarang saya lebih berhati-hati dan bijak dalam menerima dan menyebar informasi. Saya juga lebih mengendalikan emosi dalam berkomentar dan mengirim informasi. Ini merupakan salah satu dari berbagai macam manfaat yang saya dapatkan dari program ASEAN DLP ini”, ujar Evaliesti, peserta ASEAN DLP, Pengawas Sekolah tingkat SMA Jakarta Utara“.*
