IBADAH.ID, Beijing – Perpustakaan digital Arab-China pertama akan diluncurkan pada hari Selasa (10/07/2018) besok di sela-sela acara China-Arab States Cooperation Forum (CASCF) di Beijing.
Perpustakaan ini merupakan proyek gabungan dari tiga institusi, yakni Liga Arab, Perpustakaan Umum Raja Abdul Aziz dan Perpustakaan Nasional Cina.
Dilansir dari Arab News pada Senin (09/07/2018), Perpustakaan ini diharapkan bisa menjadi jembatan antara dunia Arab dan Cina dan membantu mempromosikan ikatan budaya dan pertukaran pengetahuan. Selain itu, proyek pembangunan perpustakaan ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan dan koordinasi antara perpustakaan di negara-negara anggota Liga Arab dan Cina.
Pengawas umum Perpustakaan King Abdul Aziz, Abdul Karim Al-Zaid, mengatakan pendirian perpustakaan digital akan menjadi fondasi awal baru hubungan intelektual, budaya dan ekonomi antara dunia Arab dengan China.
“Kami bertujuan untuk mengejawantahkan visi budaya dan pengetahuan, yang merupakan dasar dari Perpustakaan Umum King Abdul Aziz, melalui promosi budaya, pelestarian warisan, pembentukan pengetahuan, kontak budaya, tanggung jawab sosial dan kemitraan global,” papar Al-Zaid.
Dia menambahkan pembukaan cabang Perpustakaan King Abdul Aziz di Beijing bertujuan untuk meningkatkan kerja sama budaya antara kedua negara.
Direktur proyek perpustakaan digital Saleh Al-Misnad menilai peresmian perpustakaan akan menjadi awal baik untuk budaya Arab dan Cina dengan cara yang modern dan menarik.
Dia mengatakan perpustakaan bertujuan untuk memperkuat fondasi dari pengetahuan dan kemitraan budaya; ia menawarkan berbagai jenis pengetahuan dan mentransfer warisan intelektual Arab ke seluruh dunia dari peluncuran Indeks Pengetahuan Arab ke proyek ini.
Selain itu, proyek perpustakaan digital ini terbukti menjadi model untuk kemitraan budaya antara berbagai budaya dan peradaban.
