Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Momentum Hari Guru, Dirilis Pusaka Super Apps untuk Layanan Kemenag

Mi'roji
29 November 2022 | 13:25
rubrik: News
Momentum Hari Guru, Dirilis Pusaka Super Apps untuk Layanan Kemenag
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2022 terasa istimewa. Sebab, HGN tahun ini menjadi momentum Kemenag merilis aplikasi untuk layanan pendidikan agama dan keagaman.

“Transformasi digital di Kementerian Agama satu tahap lebih maju. Malam ini saya rilis Pusaka Super Apps. Ini menjadi bagian dari upaya dan langkah strategis untuk mewujudkan Transformasi digital,” tegas Menag di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Rilis aplikasi ini disaksikan ratusan Guru dan Kepala Madrasah Kreatif, Inovatif, dan Dedikatif dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir juga para pejabat Eselon I dan II pusat, pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi di Indonesia.

“Aplikasi ini dihadirkan, untuk memberi kemudahan masyarakat dalam mengakses beragam layanan Kementerian Agama, termasuk juga bagi para pendidik dan tenaga kependidikan,” lanjut Gus Men, panggilan akrabnya.

Dalam aplikasi ini, antara lain terdapat fitur pendidika. Ada Video Pembelajaran, daftar lembaga pendidikan, sekaligus juga ada akses terhadap layanan simpatika. “Beragam informasi seputar program afirmasi guru di tahun mendatang juga akan disajikan melalui aplikasi Pusaka ini, baik berupa bantuan, beasiswa, serta pendidikan dan pelatihan,” jelas Menag.

“Ada juga layanan online pendaftaran haji, pendaftaran nikah, dan sertifikasi halal. Beragam informasi keagamaan disajikan, mulai doa, khutbah keagamaan, tempat ibadah, termasuk juga para penceramah,” sambungnya.

Dikatakan Menag, selama ini terlalu banyak aplikasi di Kementerian Agama sehingga bukan memudahkan, tapi kadang justru membingungkan. Aplikasi Pusaka mengintegrasikan semua yang ada sehingga lebih memudahkan.

“Melalui Aplikasi Pusaka, saya harap masyarakat Indonesia dapat secara lebih mudah mengakses layanan keagamaan yang dibutuhkan,” tegasnya.

Memang belum semua layanan keagamaan tersaji dalam aplikasi ini. Menag pun secara khusus memberikan apresiasi kepada Satuan Kerja Eselon I dan jajarannya yang sudah menghadirkan layanan digitalnya. Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya komitmen dalam akselerasi transformasi digital.

See also  Lokakarya Pengembangan Al-Qur’an Digital Rekomendasikan Fitur Chat-Qurani berbasis AI

“Ini sekaligus menjadi catatan buat Eselon I lainnya untuk bisa segera menghadirkan layanan berbasis digital pada satuan kerjanya,” pesannya.

“Ini serius. Transformasi Digital di Kementerian Agama harus segera diwujudkan. Bukan karena apa. Tapi untuk memastikan seluruh masyarakat bisa secara mudah mengakses layanan keagamaan. Kita ingin, layanan keagamaan ada dalam genggaman, karena masyarakat bisa mengaksesnya dari smartphone yang mereka genggam,” ucapnya.

Menurut Gus Men, kehadiran Aplikasi Pusaka Super Apps juga akan mendukung kebijakan Satu Data Indonesia, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas. “Layanan ini diharapkan dapat berdampak luas kepada seluruh ASN Kemenag RI termasuk para guru, pendidik, praktisi pendidikan dan juga masyarakat umum,” harapnya.

Pesan Hari Guru
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional. Menag sampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mengutip Filsafat China, Menag mengatakan bahwa orang sangat mulia adalah mereka yang mempelopori generasinya dan generasi berikutnya. Mereka yang kata-katanya memberi inspirasi bagi orang sekelilingnya.

“KH Hasyim Asy’ari, memandang semua muridnya dengan kasih sayang. Jangan menanyakan murid paham atau belum, tapi terus ajarkan kepada murid sampai dia paham,” tuturnya.

“Mohon untuk tidak berpuas hanya menjadi guru. Jadilah seniman yang selalu melukis pikiran-pikiran orang,” ucapnya lagi.

Di hadapan para guru, Menag juga mengingatkan salah satu pesan Kh Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. “Jadilah guru sekaligus murid. Jadi guru untuk menyampaikan gagasan kepada muridnya. Jadilah murid untuk selalu dapat membuka diri agar dapat mengembangkan keilmuan yang disampaikan kepada murida,” tuturnya.

Atas semua jasa guru, Menag berkomitmen untuk terus memberikan afirmasi. Gus Men juga mengingatkan jajarannya untuk terus memperhatikan perjuangan para guru.

See also  Wapres Ma'ruf: Waktunya Pengembangan Industri Asuransi Syariah Saat Pandemi

“Menjadi tugas saya, selaku Menteri Agama serta tugas jajaran Kementerian Agama, untuk terus berupaya agar para guru pejuang bangsa, mendapatkan fasilitasi semestinya sehingga dapat terus menjalankan tugas terbaiknya,” ujar Menag.

Hari Guru Nasional Tahun 2022 mengangkat tema “Berinovasi Mendidik Generasi”. Kata inovasi menjadi kunci. Sebab, para peserta didik adalah anak zamannya yang harus dibekali sesuai tantangan eranya. Sudah semestinya dan memang keharusan bagi setiap guru untuk terus berinovasi dalam mendidik generasi.

“Tantangan kita semakin kompleks dan rumit. Guru harus tampil makin gigih, dedikatif, sekaligus kreatif dan inovatif dalam mendidik dan membentuk akhlak siswa,” pesannya.

“Kemajuan teknologi informasi, kadang menyebabkan guru dan murid saling bekejaran dalam penguasaan literasi. Guru masa kini tidak lagi cukup dengan bekal literasi baca-tulis, numerasi, sains, dan sosial-budaya, tapi juga harus menguasai literasi digital,” lanjutnya.

Guru masa kini, sebut Gus Men, dituntut familiar dengan budaya digital. Di dalamnya ada e-learning, e-book, artificial Intelligence, metaverse, metahuman, robotic, coding, dan lain sebagainya. Belum lagi dengan adanya tantangan disrupsi.

“Guru masa depan harus lebih agile dan adaptif dalam merespon perubahan zaman. Guru harus dapat mengubah mindset dan cara bekerja, dari cara-cara manual menjadi digital,” tandasnya.

Previous Post

Koperasi Nelayan di Malra Diminta Segera Merger Agar Lahirkan Koperasi Modern

Next Post

OJK Dorong Peran Wanita Tumbuhkan Karakter Kejujuran dan Antikorupsi Dalam Keluarga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks