Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Cresentrating dan PPHI Jalin Sinergi Pulihkan Pariwisata, Kapitalisasi Pasar Wisata Ramah Muslim

Irawan Nugroho
15 October 2022 | 09:55
rubrik: News, Nusantara
Cresentrating dan PPHI Jalin Sinergi Pulihkan Pariwisata, Kapitalisasi Pasar Wisata Ramah Muslim
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta — Seiring dengan memulihnya kondisi industri pariwisata di Indonesia, Crescentrating dan Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) mengumumkan kerjasama pada Jumat (14/10) di Jakarta. Kerjasama ini dilaksanakan guna mempercepat laju pemulihan industri pariwisata Indonesia dengan mengkapitalisasi pasar travel ramah Muslim.

Program kerjasama ini diluncurkan di kantor pusat Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Jakarta dan dihadiri oleh representatif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI), KNEKS, Bank Indonesia dan Mastercard. Adapun tujuan jangka pendek dari kerjasama ini adalah untuk meningkatkan laju pertumbuhan wisatawan Muslim ke Indonesia.

Wisatawan Muslim Internasional 2023 Di Prediksi Pulih Seperti Sebelum Pandemi

Berdasarkan Mastercard-Crescentrating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2022, kedatangan wisatawan Muslim global mencatatkan rekor tertinggi di 2019, yakni mencapai 160 juta. Setelah melewati disrupsi di tahun 2020 dan 2021, kedatangan wisatawan Muslim internasional diprediksi akan mencapai 140 juta di tahun 2023 akan kembali ke level pra pandemi sebanyak 160 juta kedatangan di tahun 2024.

Di tahun-tahun sebelum pandemi, Indonesia mencatatkan pertumbuhan kedatangan wisatawan Muslim internasional yang stabil. Menurut estimasi Crescentrating, terdapat 2.9 Juta kedatangan wisatawan Muslim internasional ke Indonesia. Angka ini merepresentasikan 18 persen dari total kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Indonesia meraih posisi kedua di laporan GMTI 2022, mempertegas kedudukannya sebagai salah satu destinasi ramah Muslim terbaik di dunia.

Inisiasi awal dalam kerjasama antara Crescentrating dan PPHI meliputi menyelenggarakan Global Muslim-Friendly Tourism Summit 2023 bersamaan dengan B2B/B2C Travel Fair, meluncurkan kembali Indonesia Muslim Travel Index (IMTI), peluncuran Muslim-lifestyle Indonesia Awards, program rating dan akreditasi bagi pelaku industri dan penyedia jasa ramah Muslim, dan peluncuran platform untuk berinteraksi dengan pelaku industri ramah Muslim di Indonesia.

See also  Masjid Diminta Jadi Inkubasi Bisnis Berbasis Teknologi dan Inovasi

Indonesia Muslim Travel Index (IMTI), yang dirilis pada 2018 dan 2019, akan diluncurkan kembali di tahun 2023. IMTI memberikan pemaparan komprehensif atas kesiapan tiap provinsi dalam menyambut kedatangan wisatawan, terutama wisatawan Muslim.

Dalam kesempatan ini, Deputi Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Rizky Handayani menyatakan sebagai berikut. “Saya apresiasi kolaborasi antara Crescentrating dan Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) dalam menjalin kerjasama mutual untuk mempercepat laju pemulihan industri pariwisata ramah Muslim di Indonesia yang berkelanjutan. Program kerjasama ini sejalan dengan tujuan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia sebagai pemain utama dalam pariwisata ramah Muslim dan meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim ke Indonesia”.

Sementara itu CEO Crescentrating dan Halaltrip Fazal Bahardeen menyatakan: “Dengan keunikan dan keberagaman produk industri pariwisata yang Indonesia tawarkan, kami percaya dapat membuka sejumlah peluang pasar wisata ramah Muslim dan menjadikannya sebagai mesin penggerak perekonomian. Melalui kerjasama ini, kami berkomitmen untuk mengedepankan pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor ini di Indonesia sambil merangkul berbagai elemen masyarakat”.

Di tempat yang sama Ketua Persatuan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Riyanto Sofyan menyatakan sebagai berikut. “Untuk mempercepat laju pengembangan industri pariwisata di Indonesia dengan mengkapitalisasi pasar wisata ramah Muslim, kita perlu memberikan nilai lebih pada produk dan jasa yang ditawarkan, diiringi dengan peniningkatan mutu secara berkelanjutan, yang sesuai dengan suasana wisata ramah Muslim pasca pandemi. Dengan demikian, kerjasama kami dengan Crescentrating sejalan dengan Inisiasi Strategis PPHI 2022 – 2024 dalam menyediakan benchmarking global, program pelatihan berkualitas, berbagi praktik terbaik, dan jaringan pemasaran global.”

Adapun Direktur Industri Produk Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah Afdhal Aliasar menyatakan sebagai berikut. “Kebangkitan ekonomi Indonesia pasca pandemi salah satunya didukung oleh sektor pariwisata yang mampu bangkit dengan cepat. Potensi pariwisata ramah muslim yang sangat baik di Indonesia perlu untuk terus kita tingkatkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah perjalanan dan kunjungan wisatawan muslim internasional dari berbagai negara. Kesiapan itu perlu dilaksanakan secara berkolaborasi dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mendukung penuh kolaborasi tersebut, salah satunya melalui MoU ini dan kerjasama ke depannya dengan semua stakeholder industri pariwisata. Sebagai bagian dari pengembangan ekonomi syariah Indonesia, KNEKS akan terus mengakselerasi kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah yang dapat memberikan pelayanan terbaik kepada muslim visitors seluruh dunia”.

See also  Penyerapan Dana PEN Sektor KUMKM Hanya Dapat Direalisasikan Di Bawah 7 Persen

Wisatawan Mancanegara Periode Mei 2022 Naik 18 Kali Lipat

Menurut Badan Pusat Statisik Indonesia, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia mengalami peningkatan drastis. Pada periode Mei 2022, lembaga tersebut mencatatkan peningkatan wisatawan mancanegara lebih dari 18 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, memprediksi wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia akan mencapai 1.8 hingga 3.6 juta kedatangan pada akhir 2022. Dalam aspek keterisian kamar hotel, Maulana Yusran, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia menyebutkan, tercatat kenaikan okupansi kamar hotel sebesar 7 persen di bulan Januari hingga Maret 2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.*

Previous Post

Huawei dan Telkomsigma Jalin Kolaborasi Solusi Cloud untuk Perkuat Ekosistem Digital Indonesia

Next Post

Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Tanaman Hias

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks