Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Benjamin Ladraa, Aktivis Swedia Tempuh Jarak 4.800 KM Berjalan Kaki ke Palestina

Abi Abdul Jabbar Sidik
5 July 2018 | 10:15
rubrik: Dunia Islam
Benjamin Ladraa, Aktivis Swedia Tempuh Jarak 4.800 KM Berjalan Kaki ke Palestina

Benjamin Ladraa berjalan kaki sejauh 4.800 KM dari Swedia ke Palestina dengan membawa misi kemanusiaan. (foto:instagram/walktopalestine)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, Yerussalam-Seorang aktivis berusia 25 tahun asal Swedia, Benjamin Ladraa tengah menjalankan misi kemanusiaan dengan berjalan kaki sejauh 4.800 KM dari negaranya ke Palestina. Hal ini ia lakukan untuk meningkatkan kesadaran dunia tentang pelanggaraan Hak Asasi Manusia yang terjadi di Palestina.

Ia memulai perjalanannya dari kota kelahirannya di Gothenburg, Swedia pada 8 Agustus 2017 silam dan direncanakan akan tiba di Palestina hari ini, Kamis (05/07/2018) waktu setempat.

“Besok saya akan membuat penyelesaian terakhir dari perjalanan saya dan tiba di wilayah perbatasan Palestina yang diduduki,” tulis Ladraa di akun Instagram pribadinya, Rabu (4/7) seperti dilansir dari Daily Sabah.

Ladraa mengatakan ada kemungkinan dirinya dicekal oleh tentara Israel saat hendak memasuki Palestina. Jika hal itu terjadi, ia meminta semua pendukungnya untuk bergabung dengannya dan melawan segala tindak pelanggaran HAM yang dilakukan Israel di Palestina.

“Jika mereka tidak membiarkan saya masuk besok, maka itu adalah kesempatan yang sangat baik untuk membiarkan media di seluruh dunia berbicara tentang bagaimana Israel menghalangi aktivis HAM memasuki Palestina. Jadi saya ingin semua orang menghubungi banyak surat kabar, stasiun TV, kantor berita, dan berbagi mengenai cerita ini,” tulis Ladraa.

Tomorrow I will make the final distance of my journey and arrive at the border of occupied Palestine. There is a big probability that the occupying Israeli soldiers will not let me enter Palestine so i have a favor to ask of everyone if this happens. My journey has been about raising awareness about the human rights abuses committed under occupation and the media is a very powerful tool for spreading awareness. If they don't let me in tomorrow it is a very good opportunity to try and get the media around the world to talk about how Israel is blocking human rights activists from entering Palestine. So I need everyone to contact as many newspapers, TV stations, News Agencys etc as possible and share this story. What I did on my walk was to Google 'country name + media' and try to find a phone number or email to all the media outlets in all the countries I was walking through. So please be ready on Thursday evening and Friday to see if they didn't let me in and let the world know that they are hiding their crimes by not allowing people that would bear witness. #walktopalestine

A post shared by WalktoPalestine (@walktopalestine) on Jul 4, 2018 at 11:43am PDT


Pada 26 Juni lalu Ladraa tiba di Yordania dan berencana memasuki Palestina melalui Tepi Barat. Dia mengaku selalu mencari media di setiap negara yang ia lalui dalam perjalanannya, untuk meminta mereka membantu mempublikasikan perjalanannya.

See also  Bertemu Grand Syaikh Al-Azhar, Wapres Bahas Pentingnya Solidaritas untuk Selesaikan Konflik Palestina

Daily Sabah sendiri memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya di Ankara pada April lalu untuk mendengar ceritanya dan mempublikasikan misinya. Dalam kesempatan tersebut, Ladraa meminta para pendukungnya menyaksikan akhir perjalanannya pada Kamis (5/7) dan Jumat (6/7) untuk melihat bagaimana Pemerintah Israel akan bereaksi

“Biarkan dunia tahu mereka menyembunyikan kejahatan mereka dengan tidak mengizinkan orang yang akan bersaksi,” papar dia.

Ladraa yang lahir dari orang tua Yahudi, keluar dari pekerjaan dan studinya untuk mulai misi ini. Sebelumnya ia telah melakukan kunjungan selama tiga minggu ke Palestina. Kunjungan tersebut membuka matanya terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan Israel terhadap mereka yang tinggal di daerah pendudukan Palestina.

Ladraa memiliki berbagai pengalaman positif dan negatif saat melintasi 13 negara dalam perjalanannya ke Palestina. Di Lebanon, ia mengunjungi tujuh kamp pengungsi tempat warga Palestina tinggal sejak pembentukan negara Israel pada 1948.

Dia selalu membawa bendera Palestina di punggungnya, simbol kemerdekaan Palestina, di atas bahunya. Ladraa menjual semua yang dia miliki untuk membiayai perjalanannya, dan telah menerima banyak sumbangan selama perjalanannya.

Tags: Benjamin Ladraapalestinapeanggaran hamWalk to Palestina
Previous Post

Pertemuan Da’i dan Ulama Internasional ke-5 akan Hasilkan Rekomendasi Wujudkan Persatuan Islam

Next Post

Dirjen Bimas Islam: Pemimpin punya Pengaruh Besar Tingkatkan Kesadaran Berzakat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks