Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Industri Halal Indonesia dan Malaysia Jajaki Kerjasama Bilateral

Irawan Nugroho
3 August 2022 | 15:17
rubrik: News, Nusantara
Industri Halal Indonesia dan Malaysia Jajaki Kerjasama Bilateral
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.IDM Jakarta – Direktur Industri Produk Halal KNEKS Afdhal Aliasar berdiskusi dengan Chief Industry Development Officer Halal Development Corporation Berhad (HDC) Malaysia Hanisofian di Jakarta. Keduanya sepakat bahwa hubungan kerja sama antar negara dapat mempercepat pengembangan ekonomi syariah dunia. Setiap negara memiliki keunggulan dan keunikan yang dapat memberikan manfaat ekonomi melalui kolaborasi strategis.

Dalam diskusi ini keduanya berbagi pandangan yang sama, yakni bagaimana mendorong dukungan sektor keuangan syariah terhadap sektor industri halal menjadi isu strategis dalam pengembangan ekonomi syariah. Sebagai negara pemimpin dalam perekonomian syariah dunia, Indonesia dan Malaysia memandang kolaborasi ini diperlukan dalam menjawab tantangan dan isu yang di hadapi. Dalam State of Global Islamic Economy Report 2021/2022, keduanya menempati posisi 5 besar dalam perekonomian syariah dunia.

HDC akan menginisiasi Indonesia-Malaysia Halal Forum sebagai wadah bertukar informasi pengembangan industri halal. Forum ini dimaksudkan untuk memperkuat ekosistem industri halal di kedua negara.

“Forum ini akan mengangkat isu, tantangan dan kesempatan dalam mengembangkan industri halal. Kita bisa angkat topik seputar regulasi, infrastruktur, sumber daya manusia, kerja sama dagang antar negara wilayah, potensi industri, dan aspek pendukung lainnya,” ujar Hanisofian dalam releasenya tanggal 3 Agustus 2022.

HDC Miliki Peran Mengoordinasi dan Mensinergikan Pengembangan Industri Halal

Di Malaysia, Halal Development Corporation Berhad (HDC) memiliki peran mengoordinasi dan mensinergikan seluruh inisiatif strategis pengembangan industri halal. Dengan kata lain, HDC memiliki keterlibatan strategis dalam pembangunan industri halal bersama lembaga publik, swasta, akademisi, dan komunitas di Malaysia.

Di sisi lain, Afdhal menyambut baik itikad Malaysia menjalin kerja sama ini. Ia menyampaikan bahwa halal mengandung nilai keberlanjutan untuk diterapkan dalam pengembangan industri dan perekonomian suatu negara. Terlebih, banyak negara dunia sudah mulai memanfaatkan ekonomi halal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di negaranya.

See also  Belum Kantongi Sertifikat Halal, Begini Jawaban Mixue Indonesia

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia tengah fokus menyusun Masterplan Industri Halal Indonesia yang berisikan arah strategis pengembangan industri halal Indonesia 2022 sampai dengan 2029.

“Saat ini KNEKS bersama Bank Indonesia, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian PPN/ Bappenas tengah menyusun Masterplan Industri Halal Indonesia. Yaitu, berisi strategi besar pengembangan industri halal yang terintegrasi lintas stakeholders seluruh Indonesia. Arah strategis di dalamnya akan menjadi rekomendasi kebijakan dalam penyusunan rencana kerja pemerintah jangka menengah dan panjang,” pungkas Afdhal.

Indonesia Genjot 13 Program Prioritas Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Indonesia memiliki cita-cita menjadi Pusat Produsen Halal Dunia di tahun 2024. Saat ini Pemerintah Indonesia menggenjot 13 program prioritas untuk mewujudkan impian tersebut. Salah satunya ialah, KNEKS bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan tengah melaksanakan kodefikasi data produk halal untuk perdagangan internasional.

Kinerja serta outlook ekonomi syariah di Indonesia dan dunia yang membaik, akan diikuti arus pergerakan produk, jasa, dan modal (investasi dan teknologi) yang lebih besar. Kerja sama antar kedua negara merupakan bentuk kolaborasi yang diperlukan untuk mengakomodasi percepatan pengembangan ekosistem ekonomi syariah, bermula di regional Asia Tenggara. Hal ini juga dalam memanfaatkan potensi ekonomi serta momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.*

Previous Post

Ajang Pencarian ‘Pahlawan Digital UMKM’ Akan Segera Digelar

Next Post

Isu Akselerasi Adaptasi UMKM di Era Digital, Diangkat Indonesia di Forum G20

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks