Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Mantul, Kemenag Gandeng Google untuk Percepat Digitalisasi Madrasah

AS
13 April 2022 | 12:48
rubrik: Indeks
Masih Pandemi, Kemenag Akan Gelar Isbat Awal Zulhijjah 1442 H Secara Daring
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag menggandeng PT. Duta Digital Informatika (Dugi) dalam akselerasi digitalisasi pembelajaran di madrasah. Program ini dikembangkan dalam Workshop Berpetualang Digital Dalam Belajar dengan Google Workspace for Education.

Dugi merupakan mitra resmi Google yang mengembangkan dan mewujudkan layanan publik dan korporasi kelas dunia melalui dukungan teknologi yang disumbangkan oleh Google.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, M Ali Ramdhani menyebutkan langkah ini menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan layanan pendidikan terkini serta termuktahir untuk siswa-siswa di madrasah, salah satunya dengan menghadirkan Google melalui worksape for education miliknya.

“Hari ini kita ingin menciptakan anak-anak biar kelak menjadi pelaku utama dalam sebuah poros kemajuan, mereka tidak berada pada sudut-sudut perkembangan zaman, mereka tidak berada pada pojok-pojok pembangunan tetapi mereka adalah objek sekaligus subjek dari sebuah pembangunan,” tegasnya di Jakarta, Senin (11/4/2022).

Ia mengaku, Google saat ini memang unggul dalam dunia digital apalagi berbasis kepada cloud system. Akan tetapi di daerah tertentu yang tidak menjangkau internet akan menjadi permasalahan. “Jadi kalau lah Chrome produknya Google mampu menjawab tantangan bahwa dia tidak sekedar bisa bekerja dalam sebuah ruang yang tidak terkoneksi bagaimana, apakah dia wajib terkoneksi dan lain sebagainya itu akan menjadi tantangan khusus,” jelasnya.

Sementara itu, Country Lead Google Education Indonesia, Olivia Husli Basrin, mengatakan bahwa Google for Education sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2017 yang membantu transformasi pendidikan di Indonesia.

Ia memaparkan Google for Education terdiri dari tiga pilar, pertama perangkat Chrome, kemudian platfom pembelajaran Google Workspase for Education, serta memberi pelatihan kepada guru untuk bisa membantu proses digitalisasi pendidikan.

See also  Terkait Pembakaran Bendera Tauhid, Wantim MUI: Kalimat Tauhid Cukup Diyakin

Menurutnya, transformasi digitalisasi pendidikan sudah menjadi satu keharusan karena akan terus mengubah proses belajar mengajar hingga ke depannya.

“Tentunya akselerasi dari pada transformasi itu terjadi karena pandemi Covid-19, di mana pada saat itu pembelajaran harus dilakukan secara daring,” jelasnya.

Kemajuan teknologi mengubah pola yang selama ini sudah dijalankan dalam proses belajar dan mengajar. Sehingga kata dia, transformasi digitalisasi pendidikan sudah menjadi satu keharusan karena akan terus mengubah proses belajar mengajar hingga ke depannya.

“Semoga bisa terus bermanfaat bagi rekan-rekan di Pendis dan tentunya agar pendidikan madrasah terus maju sehingga menjadi yang terdepan,” tandasnya.

Tags: Digitalisasi PembelajarangoogleGoogle IndonesiaKemenagMADRASAH
Previous Post

Kemenag: Halal Selaras dengan Nilai dan Budaya Korporasi

Next Post

Dua Penyebab Puasa Menjadi Sia-sia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks