MADANINEWS.ID, Jakarta – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meresmikan Bank Wakaf Mikro Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan di Ciracas, Jakarta Timur, (24/3/2022). Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Menurut Wapres Ma’ruf Amin, ia pada masa lalu kala masih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta ikut meresmikan pembangunan pesantren ini ketika Gubernur Jakarta adalah Ali Sadikin. Pesantren ini sendiri dibangun sejak 1972. Ia juga mengatakan bila hingga saat ini, pemerintah terus berkomitmen merealisasikan potensi besar pesantren secara maksimal di antaranya melalui Bank Wakaf Mikro (BWM).
“Pemerintah terus berkomitmen merealisasikan potensi besar pesantren secara maksimal di antaranya melalui Bank Wakaf Mikro (BWM) sebagai bagian dari lembaga keuangan mikro syariah,” katanya.
BMW Sebagai Ekosistem Pengembangan Keuangan Syariah
Wapres mengatakan BWM ini merupakan ekosistem dari pengembangan keuangan syariah. Ini salah satunya melalui perbankan umum, dan sekarang malah sudah ada merger dari tiga bank Himbara yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRI Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kemudian, juga di bank-bank daerah ada yang bank umum dan unit syariah, dan juga lembaga mikro keuangan syariah. Ada koperasi syariah dan ada juga BWM. Di Kementerian Koperasi juga ada lembaga pengelolaan dana bergulir yang syariah, serta ada juga KUR syariah di bank-bank.
“Pengembangan keuangan syariah bagian dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang sejak 2020 kita kembangkan jadi 4 fokus yaitu industri halal, pengembangan keuangan syariah, dana sosial syariah, dan para pengusaha dan usaha syariah,” katanya.
OJK Inisiasi Gerakan Ekonomi Hijau
Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan jika pada tahun 2021 terdapat 64,19 juta pelaku UMKM dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 61,97% dan berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja yang besar (96,92%). Selain itu, kontribusi UMKM terhadap ekspor yang sebesar 15,65% juga memberikan ruang yang masih dapat terus ditingkatkan (Kemenkop UKM, Feb 22).
OJK melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta juga telah menginisiasi gerakan mendukung ekonomi hijau/green economy melalui program “Biokonversi Sampah Organik Menggunakan Lalat Black Soldier Fly”, dimana salah satu lokasi pilot project-nya juga berada di kompleks Yayasan Pondok Karya Pembangunan ini.
“Potensi ekonomi budidaya maggot hidup secara keseluruhan mencapai Rp6,39 triliun per tahun dan dapat menyerap SDM sebanyak 1,53 juta orang. Seluruh hasil produksi dan produk sampingan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pakan hewan (unggas, ikan, dan burung), dan pupuk organik. Sementara itu implementasi program biokonversi sampah organik sangat mudah dan murah serta tidak menularkan bakteri pada manusia”, kata Wimboh Santoso.
OJK juga berharap berbagai manfaat yang dihasilkan melalui program “Biokonversi Sampah Organik Menggunakan Lalat Black Soldier Fly” ini sebagai wujud nyata aplikasi ekonomi hijau yang ramah lingkungan di wilayah perkotaan, yang ke depannya dapat terus dikembangkan oleh TPAKD DKI Jakarta di lokasi lainnya di DKI Jakarta, bahkan dicontoh oleh kota-kota metropolis lainnya.*
