Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

PNJ Selenggarakan SNAM Nasional

Irawan Nugroho
18 November 2021 | 17:05
rubrik: News, Nusantara
PNJ Selenggarakan SNAM Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEW.ID, Depok – Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta (AK-PNJ) selenggarakan kegiatan Seminar Nasional Akuntansi dan Manajemen (SNAM) ke-2, Rabu 17 November 2021, secara daring dan luring. Kegiatan diselenggarakan secara nasional yang diikuti oleh 17 perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan seminar nasional tersebut diberi tema “Strategi Digitalisasi Industri Keuangan untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan”. “Tema tersebut merupakan respon dari kami, para akademisi, terhadap perkembangan industri keuangan akhir-akhir ini”, ungkap Dr. Bambang Waluyo, SE, M.Si, Ketua Pelaksana SNAM 2021. Lebih lanjut Bambang menjelaskan bahwa penyelenggaraan seminar ini sabagai upaya  untuk memenuhi tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sosial budaya, khususnya di bidang Akuntansi, Keuangan, Perbankan, dan Manajemen di era bisnis digital.\

“Inilah wujud kontribusi kami untuk kemajuan dan kemandirian masyarakat, terutama dilingkungan industri keuangan”, jelas Bambang. “Karena seminar yang kami selenggarakan tidak hanya sekedar pemaparan materi saja. Akan tetapi, materi-materi tersebut sebelumnya dilakukan penelitian secara mendalam sehingga mendapatkan hasil yang kemudian disajikan dalam seminar tersebut’, tambahnya.

Merespon kegiatan ini, Ketua Jurusan Akuntansi, Dr. Sabar Warsini, SE., M.M., mengapresiasi yang telah dilakukan tim panitia penyelenggara kegiatan. Dalam sambutannya, Sabar mengatakan bahwa ini merupakan tema yang sangat tepat, karena saat ini pemerintah sedang giat-giatnya meningkatkan inklusi industri keuangan. Sebagaimana Menteri Keuangan yang telah menargetkan di tahun 2024 inklusi keuangan mencapai 90 persen. “Ini sangat penting, sehingga nantinya masyarakat mendapatkan layanan keuangan yang cepat, tepat, mudah, dan aman”, jelas Sabar.

Jalannya Seminar

Dalam kegiatan seminar ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah penyampaian materi yang dilakukan oleh para pembicara yang kompeten dibidangnya masing-masing. Hadir dalam sesi pertama sebagai Keynote Speaker adalah Assoc. Prof. Sutan Emir Hidayat, Ph.D dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), dengan menyampaikan tema “Master Plan Ekonomi Syariah Terkait Digitalisasi Keuangan untuk meningkatkan inklusi keuangan”.

See also  Keunggulan Domestik Palu Harus Dapat Fokus Dikembangkan PLUT KUKM

Berikutnya sebagai pembicara adalah Prof. Dian Masyita, Ph.D, Guru Besar Universitas Padjajaran yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Internasional Indonesia. Dian menyampaikan materi “Respon Kurikulum dalam Era Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan Melalui Digitalisasi Industri Keuangan”. Dilanjutkan pembicara kedua yang menghadirkan dari industri keuangan syariah, yaitu Niko Fajar Utama, sebagai Head of Campaign and Activation Link Aja Syariah. tema yang disampaikan oleh Niko adalah “Peran Dunia Industri dalam Digitalisasi Keuangan Untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan”.

Kemudian dilanjutkan sesi kedua dengan penyampaian materi oleh para pemakalah yang telah lolos dari proses seleksi yang dilakukan oleh para reviewer. Terdapat 32 presenter yang akan memaparkan makalahnya hasil penelitian yang telah dilakukan oleh masing-masing presenter. “Hasil seleksi yang kami lakukan hanya 32 makalah yang kami anggap layak untuk dipresentasikan”, ungkap Bambang. “Kami harap yang belum lolos tetap semangat. Semoga tahun depan bisa ikut ambil bagian di SNAM berikutnya,” tambahnya.

Pemilihan 2 Best Paper dan 4 Best Presenter

Pada kegiatan sesi dua ini dilakukan penilaian terhadap masing-masing presenter dengan kriteria best paper dan best presenter, yang dibagi ke dalam empat ruangan. Pemenang diambil 2 orang untuk best paper dan 4 orang untuk best presenter. Pemenang dari best paper pertama adalah Linda Azariani, Ida Syafrida, Nuraeni Hadiati Farhani dengan judul Pengaruh Faktor Ekonomi Makro dan Rasio Keuangan terhadap Return Saham Syariah Sektor Industri Barang Konsumsi. Pemenang best paper ke-2 adalah Emut Yartyas Sari dan Mohamad Zulman Hakim Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage Dan Profitabilitas Terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidance).

Sementara best presenter dimenangkan oleh Novianti Madonna, Agus Setiawan, Aissah Nur Alsih, dan Innaka Noor Farah Akbar. Mereka menjadi pemakalah terbaik di ruang masing-masing.

See also  Mufti Besar Saudi Ijinkan Shalat Idul Fitri di Rumah

Penyelenggaraan seminar terhitung cukup sukses dan lancar dengan dihadiri sebanyak 401 orang via online yang berasal dari Perguruan Tinggi yang tersebar diseluruh pulau Indonesia. “Alhamdulillah, kami bersyukur penyelenggaraan seminar berjalan lancar. Dan kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini”, pungkas Bambang.*

Previous Post

Jangan Keliru, Wisata Halal Bukan untuk Berangus Kearifan Lokal

Next Post

Bersama BNI, KemenKopUKM Gelar Pameran UKM Orientasi Ekspor di World Superbike Championship Mandalika

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks