Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Indonesia Jangan Asal Adopsi Sistem Pendidikan Negara Lain

Abi Abdul Jabbar Sidik
3 September 2021 | 16:00
rubrik: Gaya Hidup, Pendidikan
Muhammadiyah: Meski Dilematis, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Harus Digelar

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa dunia pendidikan Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Sisdiknas tidak boleh diubah ke arah pragmatis atau kebutuhan pasar.

Arah pragmatisme pendidikan itu misalnya adalah kurikulum yang mengasaskan pada prioritas ukuran nilai-nilai terkait kemampuan hard skill dibanding dengan kurikulum soft skill dan pendidikan karakter berbasis budaya daerah. Mengutip alinea keempat Pembukaan UUD 1945, Abdul Mu’ti mengutip bahwa tujuan negara Indonesia adalah memajukan kesejahteraan umum dan mensejahterakan kehidupan bangsa.

Tujuan ini menurut Mu’ti seharusnya diperkuat di dunia pendidikan dengan membangun karakter berbasis budaya lokal.

“Nah oleh karena itulah kalau kita berbicara tentang mutu pendidikan ya kita melihat bagaimana peradaban dan budaya bangsa ini, bagaimana karakter dari suatu bangsa. Ini disampaikan tadi di depan bahwa kita ingin membangun pendidikan ini, bahwa Indonesia adalah Indonesia. Indonesia bukan Finlandia, Indonesia bukan Singapura, Indonesia bukan Australia, Indonesia adalah Indonesia,” terang Mu’ti.

Dalam forum webinar PB PGRI dengan tema Refleksi 76 Tahun Pendidikan Nasional, Sabtu (28/8) lalu Mu’ti berharap pemerintah mengembangkan pendidikan yang mendekatkan siswa ke dalam budaya dan identitas lokal bangsa Indonesia.

Menurut Mu’ti, hakikat dan tujuan pendidikan nasional adalah membentuk manusia Indonesia yang seutuhnya. Tujuan ini dianggap mustahil tercapai jika pendidikan nasional dijalankan secara pragmatis.

“Inilah saya kira pesan penting tentang makna dan hakikat pendidikan serta makna dan cita-cita kemerdekaan. Kita membangun manusia Indonesia seutuhnya yang memiliki potensi yang sangat besar sehingga kita harus melihat bangsa kita ini kemajuannya tidak hanya dari skor dengan berbagai macam jenis yang diselenggarakan itu,” kritiknya.

“Sebab jika itu ukurannya menurut saya itu mereduksi hakikat dan tujuan pendidikan. Kalau kita meminjam istilah di dalam SDGs (Sustainable Development Goals), pendidikan itu adalah membangun manusia sebagai well being. Nah well being ini yang menurut saya harus kita lakukan sebagai bagian dari upaya sistematis sehingga apapun keadaannya mereka harus mendapatkan perhatian yang serius,” imbuhnya.

See also  Perlu Langkah Kreatif Hadapi Masalah Pendidikan di Masa Pandemi
Tags: abdul mu'tikurikulum pendidikanPendidikanpendidikan indonesia
Previous Post

Pendidikan Semakin Pragmatis, Anak Muda Jadi Terasing dengan Identitasnya

Next Post

SKD CPNS Kemenag Tahap I Digelar Mulai 20 September 2021, Ini Ketentuannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks