Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Muhammadiyah: Meski Dilematis, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Harus Digelar

Abi Abdul Jabbar Sidik
1 September 2021 | 10:00
rubrik: Gaya Hidup, Pendidikan
Muhammadiyah: Meski Dilematis, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Harus Digelar

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Setelah lebih dari satu tahun belajar dari rumah, kini pemerintah mengizinkan proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas boleh dilakukan oleh sejumlah sekolah yang berada di wilayah dengan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 1, 2, dan 3.

Beberapa ketentuan yang harus dipenuhi adalah wilayah sekolah itu berada dalam kategori zona hijau atau kuning. Sementara itu tenaga pendidik dan murid yang boleh hadir adalah mereka yang sudah menjalani vaksinasi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, serta durasi atau jam sekolah dapat dikurangi.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti berpesan agar PTM Terbatas dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan mematuhi semua hal terkait protokol kesehatan.

“Mungkin sekarang ini PTM sudah bisa dimulai dalam skala terbatas. Meskipun demikian PTM harus dilaksanakan sangat berhati-hati dengan memenuhi beberapa hal,” ujar Mu’ti, Selasa (31/8).

Meski masih beresiko, tetapi Abdul Mu’ti bersyukur dengan dibukanya PTM karena menghindarkan murid dari gejala learning lost (kemundurkan kemampuan kognitif) akibat terus-terusan belajar di rumah.

“Banyak pihak mendesak agar mulai dilakukan pembelajaran tata muka (PTM),” imbuhnya.

Di satuan pendidikan Muhammadiya sendiri, Mu’ti menyebut beberapa sekolah mulai menjalankan PTM terbatas. PTM ini tidak hanya berlaku untuk madrasah saja, tapi juga sekolah dan pesantren Muhammadiyah.

Salah satu yang termasuk paling awal melakukannya adalah Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Secara terpisah, Direktur Madrasah Mu’allimin Aly Aulia mengungkapkan dari jumlah sedikitnya 1.800 orang yang berada di Mu’allimin, 95 persen telah selesai divaksinasi.

“Kami merasa bahwa proses pendidikan di pesantren tidak memungkinkan ya kalau terus menerus daring,” ungkapnya, Senin (30/8).

See also  Fikih Difabel, Usaha Muhammadiyah dalam Membela Hak-Hak Difabel
Tags: MuhammadiyahPembelajaran Tatap Muka
Previous Post

Pacu Minat Baca Masyarakat, Kominfo Luncurkan Perpustakaan Digital Ruang Buku

Next Post

Bank Hasil Merger Tidak Untuk Timbulkan Praktek Monopoli

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks