Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Wapres Nilai RI Perlu Sebuah Strategi Agresif Agar Jadi Produsen Halal Dunia

Irawan Nugroho
27 April 2021 | 15:34
rubrik: News, Nusantara
Wapres Nilai RI Perlu Sebuah Strategi Agresif Agar Jadi Produsen Halal Dunia

Wapres Ma’ruf Amin saat memberikan arahan kepada jajaran KNEKS di Jakarta, Senin (26/4/2021)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia memerlukan strategi agresif dari berbagai pihak terkait.

Dalam penjelasannya, Wapres Ma’ruf mengatakan tantangan besar bagi Indonesia untuk bisa menjadi produsen terbesar bagi produk halal di dunia saat ini ialah dengan melakukan perbaikan data produk-produk halal di dalam negeri.

“Kodifikasi dan pencatatan ekspor produk halal Indonesia harus tuntas, sehingga Indonesia dapat tercatat sebagai negara pengekspor produk halal terbesar. Jadi bagaimana supaya ada gerakan-gerakan yang agresif,” kata Wapres Ma’ruf Amin saat memberikan arahan kepada jajaran Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Jakarta, Senin (26/4/2021).

Wapres menjelaskan tantangan pendataan produk-produk halal itu antara lain terlihat dari kendala pada proses sertifikasi halal dan identifikasi jenis produk halal.

Banyaknya jenis produk yang berpeluang untuk dikembangkan di industri halal dalam negeri, lanjut Wapres, memerlukan sistem pendataan baik sehingga dapat meningkatkan ekspor produk halal.

Beragam produk halal yang potensial tersebut antara lain makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik dan fesyen, sebut Wapres.

Strategi agresif dan perbaikan sistem pendataan tersebut merupakan beberapa upaya yang dilakukan Pemerintah untuk dapat mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi produsen halal terbesar di dunia pada 2024.

Berdasarkan laporan The State of Global Islamic Economy Report Tahun 2019-2020, Indonesia bisa naik peringkat sebagai negara produsen produk halal dunia, yakni dari peringkat ke-10 menjadi peringkat ke-5 dengan skor 49. Namun demikian, posisi Indonesia tersebut masih ada di bawah Malaysia, Uni Emirat Arab (UAE), Bahrain dan Arab Saudi.*

See also  Kemenag Dukung Pembuatan Brand Ekonomi Syariah
Tags: Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah
Previous Post

BSI Gelar Pelatihan Guna Dorong Pelaku Usaha Mikro Go Digital

Next Post

Tiga Kunci Pertumbuhan UMKM Berbasis Sawit

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks