Saudi Tegaskan Kesiapan Terima Jamaah Umrah dari Seluruh Dunia

Penulis Abi Abdul Jabbar

MADANINEWS.ID, JEDDAH — Menteri Haji dan Umrah Saudi, Dr. Mohammed Saleh bin Taher Benten, menegaskan telah meningkatkan kesiapan melayani tamu Allah SWT. Hal ini ia sampaikan sebagai respon atas aspirasi Muslim dari dalam dan luar Kerajaan Saudi yang ingin melakukan umrah.

Menteri Haji dan Umrah ini juga menegaskan, berbagai tindakan pencegahan dan protokol kesehatan yang diperlukan telah diambil untuk menggagalkan penyebaran Covid-19.

Dilansir di Saudi Press Agency, Senin (2/11), di hari pertama dibukanya tahap ketiga umrah, Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah menerima kedatangan jamaah umroh dari Indonesia dan Pakistan.

Benten selanjutnya meminta jamaah ini untuk mematuhi tindakan pencegahan, dari kedatangan mereka hingga keberangkatan kembali ke negara asal mereka.

Sebelumnya diberitakan tahap ketiga ini akan terus diberlakukan hingga pandemi Covid-19 di seluruh dunia berakhir. Pelaksanaan ibadah umroh, kunjungan ke Dua Masjid Suci, maupun shalat berjamaah dilakukan dengan kapasitas 100 persen, dimana setiap harinya ada 20 ribu jamaah umrah dan 60 ribu jamaah sholat.

Jamaah umrah maupun pengunjung yang boleh memasuki Kerajaan hanya dari negara-negara yang sudah disetujui oleh Kementerian Kesehatan Saudi.

Pada 22 September, Raja Salman menyetujui dimulainya kembali umrah secara bertahap dalam tiga tahap. Pelaksanaan dilakukan di tengah kepatuhan terhadap prosedur kesehatan dan pencegahan yang diperlukan.

Pada fase pertama, hanya warga dan penduduk di dalam Kerajaan yang diizinkan melakukan umrah. Masjidil Haram per-hari menerima jamaah umrah dengan kapasitas 30 persen atau 6.000 jamaah per hari, mulai 4 Oktober.

Fase kedua dimulai 18 Oktober, dengan 15.000 jamaah diizinkan untuk melakukan umrah dan 40.000 jamaah melakukan sholat wajib di Masjidil Haram. Pada fase ini, Kerajaan membuka kapasitas 75 persen per-hari.  

BACA JUGA

Tinggalkan komentar