Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Guna Produksi 27 Juta Masker Kain, Pemerintan Libatkan 9 Agregator

Irawan Nugroho
21 October 2020 | 13:28
rubrik: Indeks, News, Nusantara
Guna Produksi 27 Juta Masker Kain, Pemerintan Libatkan 9 Agregator
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta — Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Kesehatan melibatkan 9 agregator UMKM untuk memproduksi sebanyak 27 juta potong masker kain senilai Rp150 miliar, yang akan didistribusikan ke 34 provinsi di seluruh Indonesia. Langkah itu merupakan komitmen bersama untuk penyelamatan sektor UMKM di tengah pandemi Covid-19.

9 agregator UMKM yang mengerjakan pesanan masker itu merupakan pelaku usaha yang melibatkan UMK binaan dalam proses produksinya, dan melakukan quality control terhadap produk yang dihasilkan oleh UMK binaannya. Tujuan menggunakan agregator ini adalah untuk memudahkan pengadaan, sekaligus mendorong usaha kecil agar tidak berdiri sendiri, melainkan membangun usaha kolektif dalam skala khusus.

“Saya kira ini embrio yang bagus; biasanya kalau ada agregatornya, ke depannya bisa menjadi off taker untuk produk mereka, sehingga pembiayaan bisa lebih mudah diakses oleh usaha mikro dan kecil, termasuk untuk pengembangan produk,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Konferensi Pers Sinergi Pengadaan Masker Produk UKM, Selasa (20/10/2020).

Para Agregator UMKM

Agregator UMKM tersebut di antaranya adalah PT. Inspirasi Sinergi Nusantara (Karya Nusantara), PT. Mardohar Catur Tunggal Gaya, PT. Gendhis Mitra Kinarya, PT. Eco Fesyen Indonesia, PT. Moratas Guna Abadi, PT. Sakura Naguri Graphic, PT. Putra Pratama Satria, CV. Alphie, dan CV. Kyrs.

Dari 9 agregator, 2 di antaranya melibatkan Usaha Mikro Kecil (UMK) difabel, yakni PT Inspirasi Sinergi Nusantara yang melibatkan 12 orang tuna rungu di Jawa Timur dan 10 orang tuna daksa di Bekasi. Selanjutnya yaitu PT Eco Fesyen Indonesia, yang melibatkan 20 orang tuna daksa di DI Yogyakarta, yang sebagian besar merupakan atlet paralympic.

KemenkopUKM melakukan inisiasi bersama Kemenkes dalam pengadaan masker yang diproduksi oleh UMKM. Program ini diharapkan mampu membangkitkan kembali usaha UMKM yang terdampak, sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker kain, karena masker kain diklaim cukup efektif untuk menghambat penyebaran virus Covid-19.

See also  Videonya Cium Anak di Panggung Viral, Gus Elham Minta Maaf

“Lalu Kementerian Kesehatan melakukan pemesanan masker sebanyak 27 juta potong, atau senilai Rp150 miliar, yang akan didistribusikan ke 34 provinsi di seluruh Indonesia,” papar MenkopUKM.

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini, Kemenkes pada 11 September 2020 telah melakukan pemesanan masker kepada agregator UMKM, yang direkomendasikan oleh KemenkopUKM. “Spesifikasi masker pesanan Kemenkes itu merupakan masker tiga lapis sesuai standar WHO, yang terdiri dari tiga jenis, yakni polos, sublime, dan batik/tenun,” ujarnya.

Masker Produk UMKM Berkualitas Baik

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto menyampaikan apresiasi kepada pelaku UMKM yang mampu memproduksi masker kain dengan kualitas baik, meski dalam jumlah besar. Yurianto mengungkapkan bahwa masker kain buatan UMKM sudah memenuhi standar.

“Kami bangga, produk yang diproduksi UMKM memenuhi persyaratan yang kami standarkan, dan kualitasnya juga bagus, nyaman untuk dipakai. Kami sudah mengambil beberapa sampelnya,” ungkap Yurianto.

Ke depan, kerja sama pengadaan masker kain dengan melibatkan KemenkopUKM maupun agregator UMKM akan terus dilakukan, seiring dengan meningkatkan permintaan masyarakat terhadap kebutuhan masker kain. Di samping itu, juga karena kesadaran masyarakat menggunakan masker sudah semakin tinggi.

“Masker ini masih tetap kita butuhkan, karena untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini kita harus melindungi saluran nafas kita. Penggunaan masker ini akan terus kita kampanyekan, bahkan perhitungan kami hingga tahun 2022 pun kita masih menggunakan masker,” katanya.

Direktur Utama PT Inspirasi Sinergi Nusantara Deasy Nurmalasary mengatakan, kerja sama pengadaan masker kain ini sangat membantu UMKM menjadi lebih produktif di tengah pandemi Covid-19. Ia menyadari bahwa persaingan usaha masker dengan pelaku usaha besar maupun industri sangat terbuka, namun ia yakin produk UMKM lah yang paling diminati pasar.

See also  Pemerintah Mesir Anugerahkan Bintang Kehormatan pada Prof Quraish Shihab

“Kami harap ke depannya pemerintah dan masyarakat pada umumnya, ataupun pihak swasta, semakin percaya bahwa sebetulnya kami bisa profesional asalkan ada pendampingnya, dan ada mitra untuk berkolaborasi untuk profesional,” ucap Deasy.*

Tags: Agregator UMKM
Previous Post

BNI Syariah Jalin MoU dengan UNISBA Terkait Layanan Perbankan

Next Post

Malam Puncak Hari Santri, Wamenag: Jangan Lelah Berkontribusi untuk Bangsa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks