Menag Ajak Ormas Islam Gerakkan Wakaf Uang

Penulis Abi Abdul Jabbar

 MADANINEWS.ID, JAKARTA — Menag Fachrul Razi menilai bahwa sekarang waktu paling tepat bagi organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam untuk mengambil peran terdepan dalam menggerakkan wakaf uang di Indonesia.

“Kini saat yang tepat bagi Ormas Islam mengambil peran terdepan untuk menggerakkan wakaf uang dan sekaligus mendukung pengembangan instrumen keuangan Syariah berbasis dana wakaf,” kata Menag saat menyampaikan Keynote Speaker pada wabinar yang digelar PWNU DKI Jakarta, Selasa (20/10).

Webinar yang mengusung tema ‘Perkembangan Wakaf Uang di Indonesia’ digelar sekaligus menyongsong peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2020.  Menurut Menag, wakaf selama ini diidentikkan dengan harta tidak bergerak. Misalnya, wakaf tanah atau bangunan. Belakangan, muslim Indonesia dikenalkan dengan wakaf dalam bentuk harta bergerak yang dikenal dengan wakaf uang, wakaf tunai, atau cash waqf.

“Pada peluncuran cash waqf Linked Sukuk (CWSL) bersama Menkeu awal Oktober lalu, saya sampaikan bahwa skema wakaf uang yang diinvestasikan ke dalam sukuk negara akan semkain mendorong tumbuhnya minat berwakaf dan sekaligus memberi rasa aman kepada masyarakat atas harta yang dikelola nazhir,” kata Menag.

“Wakaf uang akan membantu dalam fasilitasi kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, pondok pesantren, dan ekonomi produktif di Indonesia,” tambahnya.

Wakaf Uang Milestone Baru Pengelolaan Wakaf Kontemporer

Menag berharap pengumpulan wakaf uang di Indonesia semakin meningkat dan pemanfaatannya terus berkembang. “Wakaf uang ini diharapkan menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi umat dan instrument penanggulangan kemiskinan di negara kita,” kata Menag.

Ia menilai wakaf uang juga memiliki prospek sebagai salah satu pilar mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Syariah dunia. “Saya tegaskan bahwa tatakelola wakaf bukan sekadar mengkapitalisasi jumlah dana dan nilai angka. Tatakelola wakaf sejatinya adalah urusan kemaslahatan umum,” tambah Menag.

Pada posisi ini, lanjut Menag, Kementerian Agama memiliki peran sentral dan substansial sebagai regulator pengelolaan wakaf. Kemenag bersinergi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang secara teknis mengembangkan dan memajukan perwakafan di Indonesia.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar