Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Wakil Ketua MPR: Hari Santri adalah Titik Temu Semangat Agama dan Nasionalisme

Abi Abdul Jabbar Sidik
20 October 2020 | 15:11
rubrik: News, Nusantara
Wakil Ketua MPR: Hari Santri adalah Titik Temu Semangat Agama dan Nasionalisme

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menilai peringatan Hari Santri adalah suatu semangat di mana agama bisa bertemu dengan paham nasionalisme sehingga diyakininya para santri tidak akan pernah berubah pikiran untuk mempertentangkan antara agama dengan negara.

“Dari definisi itu, santri tidak akan pernah berubah pikiran untuk mempertentangkan antara agama dengan negara. Karena itu dengan Hari Santri akan semakin menguatkan bahwa masalah antara agama dengan negara sudah tuntas,” kata Jazilul dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10).

Hal itu dikatakan Jazilul dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang bertema “Semangat Hari Santri dan Penguatan Empat Pilar MPR Untuk Indonesia Maju”, kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Senin (19/10).

Menurut dia, Hari Santri itu sangat unik, di dunia yang memperingati Hari Santri hanya ada di Indonesia dan peringatannya bukan hanya milik satu golongan namun milik seluruh umat Islam.

Jazilul yang akrab dipanggil Gus Jazil itu membandingkan semangat perjuangan pada masa lalu dan masa sekarang, pada masa perjuangan merebut kemerdekaan, musuh bangsa Indonesia jelas yaitu Jepang dan Belanda sebagai penjajah.

“Sebab musuhnya penjajah maka musuh yang dihadapi nampak di depan mata. Kita berjuang di medan pertempuran untuk mengusir mereka,” ujarnya.

Dia menilai dalam mengisi kemerdekaan, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sehingga dengan semangat Empat Pilar dan Hari Santri, apa yang menjadi pekerjaan besar bangsa Indonesia seperti kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan, bisa diselesaikan.

Gus Jazil merasa kecewa karena bangsa ini justru lebih sibuk dengan masalah-masalah yang tidak produktif, seperti banyaknya hoaks sehingga masyarakat perlu merenungkan kembali apa tujuan berbangsa dan bernegara.

See also  Haru, Ini Naskah Resolusi Jihad yang Dibaca Ketua PBNU saat Apel Santri 2023

Tags: Hari Santri Nasionalnasionalismesemangat agama
Previous Post

Pertama Kali, Universitas Birmingham Luncurkan Gelar Sarjana Keuangan Islam

Next Post

Pelatihan dan Akses Pasar Gagal Dongkrak Rasio Kewirausahaan, Pemerintah Hadirkan Iklim Usaha Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks