BPJPH: Selain Sehat, Halal Juga Tingkatkan Nilai Tambah

Penulis Abi Abdul Jabbar

MADANINEWS.ID, BANTUL — Halal kini menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Produk halal bukan semata berkaitan dengan agama, namun mampu meningkatkan nilai tambah.

Demikian seperti disampaikan Sekretaris Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Muhammad Lutfi Hamid saat Workshop Peningkatan Mutu SDM Madrasah Vokasi, Selasa (06/10) di MAN 2 Bantul. Kegiatan bertema Implementasi Teaching Factory dan Manajemen Halal pada Madrasah Vokasi ini merupakan bagian dari Proyek Perubahan yang diusung Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan.

“Halal bukan semata-mata agama, tapi ia meningkatkan nilai tambah. Juga tentunya berkaitan dengan kesehatan,” tandas Lutfi.

Ia lantas bercerita saat berkunjung ke Swiss beberapa waktu lalu. “Di sana ada rumah khusus jualan daging sapi, dan oleh penjualnya dijelaskan bahwa daging yang sehat adalah yang disembelih,” terang Lutfi.

“Di sana juga ada edukasi untuk konsumen dari sisi kesehatan. Kini telah banyak diakui bahwa halal itu sehat, dan itu menjadi tren dunia,” ungkanya lagi.

Di sisi lain, Lutfi menjelaskan peran BPJPH tidak hanya sebatas mengeluarkan sertifikat halal. “Semua produk yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal, tetapi tugas ini relatif kecil, yang lebih besar dari itu adalah membangun ekosistem halal,” urainya.

Dalam kesempatan ini, Lutfi juga berjanji siap menurunkan tim dari BPJPH untuk memberikan pelatihan Penyelia Halal bagi madrasah di lingkungan Kemenag DIY.

Madrasah Vokasi

Sementara itu, Edhi Gunawan mengatakan bahwa Kemenag DIY akan terus meningkatkan daya saing madrasah. Hal ini diwujudkan dengan melakukan branding madrasah ketrampilan. “Mulai 2020 ini kami membangun strategi kebijakan untuk meningkatkan kualitas madrasah melalui ketrampilan yang dimiliki siswa,” ujarnya.

“Alhamdulillah mulai tahun ini Kemenag DIY memiliki 11 madrasah vokasi dari semula hanya 5 madrasah,” jelas Kakanwil.

Menurut Edhi, hadirnya madrasah vokasi diharapkan mampu memberikan bekal ketrampilan kerja yang memadai. Kesebelas madrasah tersebut yakni MAN 1 dan MAN 2 Bantul, MAN 2 Yogyakarta. Kemudian MAN 1, MAN 2, dan MAN 3 Kulon Progo. Lalu MAN 1, MAN 4 dan MAN 5 Sleman, serta MA Al Mumtaz dan MA Ummatan Wasathon.

Selain Lutfi dan Edhi, hadir dalam kesempatan ini Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Aris Riyanta yang menyampaikan Prospek Pendidikan Kejuruan dalam Era Industri 4.0 dan Pengawas Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Rustamaji yang membahas Pelaksanaan Teaching Factory pada Sekolah Menengah Kejuruan.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar