Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Ratusan Orang Salat Subuh di Masjid Hagia Sophia

Abi Abdul Jabbar Sidik
27 July 2020 | 12:35
rubrik: Indeks, Mancanegara, News
Ratusan Orang Salat Subuh di Masjid Hagia Sophia
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, ISTANBUL– Setelah salat Jumat pertama (24/7) dilangsungkan di Hagia Sophia pasca pengumuman resmi yang mengubah fungsi tempat itu sebagai masjid, pada Minggu pagi (26/7) ratusan orang melaksanakan salat Subuh pertama di lokasi yang sama.

Menurut kantor berita Anadolu, sebagian besar jemaah salat Subuh itu telah menginap sejak malam. Di antara jemaah itu tampak Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya.

Dengan mengesampingkan kecaman masyarakat internasional, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan awal Juli lalu mengeluarkan dekrit yang mengembalikan bangunan ikonik itu sebagai masjid, tak lama setelah pengadilan tinggi Turki memutuskan bahwa 80 tahun lalu Hagia Sophia telah secara ilegal dijadikan sebagai museum.

Presiden Turki Tayyip Erdogan (tengah) dan beberapa Menteri saat melakukan salat Jumat di Hagia Sophia, Istanbul, 24 Juli 2020.

Hagia Sophia adalah salah satu tujuan wisata utama di Turki baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara. Bangunan ini berfungsi sebagai gereja selama 916 tahun sampai penaklukan Istanbul, dan berubah menjadi masjid dari tahun 1453 hingga 1934 – hampir setengah abad.

Pada 1985, ketika masih berfungsi sebagai museum, Hagia Sophia masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Sejak saat itu namanya diganti menjadi “Masjid Raya Hagia Sophia.”

Hagia Sophia yang dibangun oleh Kekaisaran Bizantium pada 537, diubah menjadi masjid pasca penakhlukan Istanbul oleh Kekaisaran Ottoman pada tahun 1453.

Mustafa Kemal Ataturk, bapak bangsa republik Turki yang sekular, pada tahun 1934 mengubah masjid itu menjadi museum. Erdogan menggambarkan perubahan oleh Ataturk itu sebagai kesalahan yang kini diperbaiki.

Turki telah bertekad akan melindungi artefak-artefak Hagia Sophia dan mengatakan akan tetap membuka kawasan itu untuk dikunjungi oleh warga Muslim dan non-Muslim di luar jam salat.

Mosaik struktur Hagia Sophia yang menggambarkan tokoh-tokoh Kristen ditutupi dengan kain putih seperti layar ketika berlangsung salat.

See also  Menag Harap Pesantren Jadi ‘The New Baitul Hikmah’, Melahirkan Ilmuwan Hebat Dunia

Pada 10 Juli, pengadilan Turki membatalkan dekrit Kabinet 1934 yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum, membuka jalan untuk digunakan kembali sebagai masjid setelah jeda 86 tahun.

Kemudian, pada 16 Juli, Direktorat Urusan Agama Turki menandatangani protokol kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengelola Hagia Sophia setelah dikonversi menjadi masjid.

Di bawah protokol itu, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata akan mengawasi proyek restorasi dan konservasi, sementara Direktorat Urusan Agama akan mengawasi kegiatan keagamaan di masjid tersebut.

Bangunan megah warisan berbagai peradaban itu juga akan dibuka untuk wisatawan domestik dan mancanegara secara gratis.

Tags: hagia sophiamasjid hagia sophia
Previous Post

Jelang Idul Adha, Jemaah Haji Mulai Berdatangan ke Makkah

Next Post

Kota Makkah Siap Sambut Jamaah Haji

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks