Kurban Bisa Jadi Solusi Pangan saat Pandemi Covid-19

Penulis Abi Abdul Jabbar

 MADANINEWS.ID, JAKARTA — Ibadah kurban bisa menjadi solusi ketahanan pangan pada masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu,umat Muslim sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban pada masa pandemi ini.

Demikian seperti disampaikan Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Arwani Faishol, pada launching program kurban dan aplikasi Digital Islamic Style (DIS) Rumah Zakat, Selasa (30/6).

“Hukum kurban adalah sunnah muakad, sangat dianjurkan. Pada masa pandemi ini, kita bisa menganggapnya menjadi wajib,” kata KH Arwani.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 menyebabkan goncangan besar terhadap sektor ekonomi dan berpotensi menyebabkan kerawanan pangan. Pasalnya, menurut dia, pandemi Covid-19 sudah menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan dan kesulitan ekonomi. Jumlah masyarakat miskin pun terus bertambah. Ancaman ketahanan pangan pun terus mengintai.

“Ini adalah momentum yang tepat untuk berbagi dengan sesama melalui kurban. Masyarakat tidak mampu dan terdampak Covid-19 perlu refresh makanan dengan protein hewani,” ujarnya.

Arwani juga berpesan agar jangan menjadikan alasan pandemi untuk mengganti hewan kurban dengan uang. Menurut dia, kurban tetap harus dilakukan dengan memotong hewan dan dibagikan dalam bentuk daging.

Seperti diketahui, Food and Agriculture Organization (FAO) sempat merilis laporan terkait ancaman serius kerawanan pangan dan nutrisi akibat pandemi Covid-19. Goncangan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 mengancam ekonomi dan akses terhadap makanan. 

Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat, Nur Efendi, mengatakan, pandemi Covid-19 memang berdampak kompleks terhadap berbagai sektor. Bukan hanya kesehatan, tapi juga ekonomi dan ketahanan pangan.

Ia menilai, dalam kondisi seperti ini, Indonesia sebagai negara yang juga tengah berjuang melawan pandemi Covid-19, harus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya potensi kerawanan pangan yang bersifat transien.

Oleh karena itu, menurut dia, Rumah Zakat memberikan solusi ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat yang membutuhkan di masa pandemi melalui program Superqurban.

“Dengan Superqurban jutaan ton daging kurban dapat dioptimalkan menjadi cadangan makanan sebagai ikhtiar terwujudnya ketahanan pangan Indonesia” ujarnya.

Superqurban merupakan program optimalisasi qurban dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi cadangan pangan dari protein hewani dalam bentuk kornet ataupun rendang yang tahan hingga tiga tahun. Tanpa diolah, menurut dia, daging kurban hanya tahan dalam kurun waktu beberapa hari.

“Program ini juga memungkinkan distribusi hewan qurban yang lebih merata, termasuk ke kantong-kantong kemiskinan yang berada di lokasi terpencil dan daerah yang selama ini belum tersentuh pembagian hewan qurban,” ujarnya.

Untuk bergabung menjadi duta kurban, menurut dia, masyarakat tinggal mengakses https://dutaqurban.rumahzakat.org/ kemudian mengikuti alur dan persyaratan yang ada di halaman tersebut. 

BACA JUGA

Tinggalkan komentar