Melihat The New Normal dari Kacamata Islam

Penulis Abi Abdul Jabbar

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Noor Ahmad menyampaikan dasar teologis dari sudut pandang Islam tentang The New Normal (Kenormalan Baru).

Noor menjelaskan, Islam mempunyai konsep dua tata hubungan, yaitu tata hubungan manusia dengan Tuhan atau habluminallah serta tata hubungan antara manusia dengan manusia atau habluminannas.

“Tapi yang terpenting itu bagaimana hubungan The New Normal kaitannya dengan manusia dan sekaligus alam. Bahwa manusia dan alam itu ciptaan Tuhan,” tegas Noor dalam konferensi televideo bertajuk ‘Tata Hidup Baru (The New Normal Life): Perspektif Agama-agama’, pada Senin (8/6/2020) kemarin.

Maka, Noor menegaskan, bahwa The New Normal menurut Islam itu kembali kepada tata kehidupan (hubungan) habluminallah dan habluminannas. Di mana, Tuhan itu adalah Pencipta yang menginginkan harmonisasi dari adanya kebhinekaan. “Itulah tata kelola hidup baru yang akan kita harapkan pada masa mendatang,” ujarnya.

Persoalannya, apakah sekarang sudah terjadi keseimbangan antara manusia satu dengan manusia lainnya? Contoh, di bidang politik apakah telah terjadi oligarki dan ketidakadilan atau tidak? Jika tidak terjadi keseimbangan, maka yang terjadi dis-harmonisasi. “Karena itu jika ingin kembali The New Normal kita harus kembali pada harmonisasi,” tegasnya mengimbau.

Jadi menurut Noor, Tuhan menurunkan Covid-19 dalam rangka harmonisasi; kembali kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi yang berisi kebhinekaan dan diharapkan akan munculnya keseimbangan.

“Bisa jadi Covid-19 adalah tentara-tentara Allah yang diturunkan dari langit untuk menyadarkan manusia agar kembali kepada-Nya. Dalam konteks keislaman itu untuk menguatkan keimanan,” imbuhnya.*

BACA JUGA

1 komentar

suharyadi 14 July 2020 - 12:57 pm

Alahamdulillah semoga umat manusia banyak bersadar diri

Balas

Tinggalkan komentar