Dukung Program Nawacita, LKN Tekan MoU dengan 6 Lembaga

Penulis Abi Abdul Jabbar

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Lembaga Kajian Nawacita (LKN) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan enam lembaga pada hari ini, Jumat (14/2/2020) di Jakarta.  Kerja sama itu dilakukan guna membantu dan mewujudkan program Nawa Cita pemerintah, yakni 9 program prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik.

Ketua Umum LKN Ir Samsul Hadi menyebut Keenam lembaga yang bekerja sama dengan LKN dalam menjalankan Program Strategis Nawacita tersebut antara lain:

1. Geonusa Indonesia, yakni lembaga jasa konsultan yang memiliki spesialiasi dan keahlian dalam menyediakan kapasitas maupun jasa profesional inovatif dalam mendukung dan mempromosikan pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan. Dengan lembaga ini, LKN akan bekerjasama merancang Kawasan Ibukota Baru untuk Provinsi, Kabupaten dan Kota, mulai dari interior, ornamen arsitektur maupun bangunan berbudaya daerah.

2. Robotic Explorer, yakni lembaga yang fokus Bergerak di Bidang Pendidikan Robotika. Kerjasama LKN dengan lembaga Robotic Explorer bertujuan untuk membudayakan dan mengembangkan anak-anak milenial dalam berkarya dan inovasi menciptakan kreasi berbasis informasi teknologi dan industri.

3. Ngingu-Koperasi UMKM Indonesia (KOIN), yakni sebuah badan usaha berskala multinasional yang bergerak dalam bidang ketahanan pangan dan energi. LKN bekerjasama dengan lembaga ini bertujuan untuk memberdayakan pilot project pemberdayaan ekonomi kerakyatan dalam bentuk koperasi untuk penegembangan dan peningkatan nilai tambah dari budi daya peternakan daerah.

4. Kerjasama dengan KunMap, yakni GIS Engine inovatif yang dikembangkan untuk memenuhi keperluan praktis. Kerjasama ini dilakukan dalam model teknologi berbasis Geospasial yang dapat ditingkatkan untuk pemantauan wilayah secara teknologi informasi, dalam percepatan, pemantauan dan pengendalian untuk perencanaan pembangunan masyarakat di daerah.

5. Intergovernmental Group on Indonesia (IGGI), yakni sebuah kelompok internasional yang didirikan pada tahun 1967, diprakarsai oleh Amerika Serikat untuk mengkoordinasikan dana bantuan multilateral kepada Indonesia. Kerjasama dilakukan untuk pendekatan manajemen keuangan untuk pelaksanaan yg efisien dan efektif bagi penggunaan pendanaan serta anggaran pemerintah agar tepat guna, sehingga cepat tercapai sasaran menuju kesejahteraan masyarakat.

6. Kerjasama terakhir yakni dengan Nusantara Semesta, guna memberikan pemahaman tentang sistem pengelolaan organisasi yang berlandasan budaya dan tujuan kehidupan yang bermaslahat bagi nusa dan bangsa, seluruh bumi nusantara.

Hadi dan Singgih menambahkan, semua kerjasama yang dijalin merupakan upaya sinergitas memberikan dukungan bagi pemerintah dalam menjalankan program-program yang berkeadilan dan mensejahterakan masyarakat Indonesia. 

“Tujuan  hakiki, membantu pemerintah menjalankan program nasional guna mewujudkan kemandirian yang mensejahterakan masyarakat yang berkeadilan,” kata Hadi dalam keterangannya yang diterima redaksi, Jumat (14/2/2020).

Tentang LKN

Hadi menerangkan LKN sendiri merupakan lembaga independen sebagai wadah profesional, mensinergikan semua institusi, profesional, organisasi, asosiasi, non partisan dan individu. untuk mengimplementasikan Program-Program Strategis Nasional Nawacita dan mencari solusi berbagai isu strategis di bidang SDM, kelembagaan, ekonomi, sosial dan budaya masyarakat.

Menurut Hadi, lembaga yang dipimpinya memiliki visi memberi solusi berbagai masalah dalam implementasi kebijakan pembangunan nasional, regional dan daerah yang dihadapi pemerintah. LKN juga memberi dukungan kepada pemerintah untuk melakukan perubahan kebijakan dan implementasi pembangunan nasional.

Adapun misinya antara lain memberi dukungan kepada pemerintah untuk melakukan perubahan kebijakan dan implementasi pembangunan nasional, regional dan daerah guna mempercepat terwujudnya kemandirian yang mensejahterakan masyarakat yang berkeadilan

BACA JUGA

Tinggalkan komentar