Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

MUI Tolak Pembangunan Terowongan Masjid Istiqlal-Katedral

Abi Abdul Jabbar Sidik
12 February 2020 | 10:56
rubrik: Indeks, News, Nusantara
MUI Tolak Pembangunan Terowongan Masjid Istiqlal-Katedral

Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. (foto:itimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

 MADANINEWSW.ID, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan sependapat dengan sikap Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah perihal rencana pembangunan terowongan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta Pusat.

Dua ormas Islam itu sebelumnya menyatakan tak setuju bahkan mengkritik rencana Presiden Joko Widodo membangun terowongan penghubung tersebut.

“MUI sejalan dengan sikap NU dan Muhammadiyah, kita juga sama tidak jauh berbeda sikapnya berkaitan dengan terowongan tersebut,” jelas Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi  di Kantor MUI, Jalan Proklamsi, Jakarta Pusat, Selasa (11/02/2020).

Kiai Muhyiddin juga menilai bahwa pembagunan terowongan bawah tanah tersebut belum perlu dan mendesak.

Baca Juga: PBNU dan Muhammadiyah Kecam Wacana Pembangunan Terowongan Istiqlal-Katedral

“Belum punya urgensi yang sangat mendesak bahwa terowongan tersebut dibangun. Apa sih urgensinya?” ujarnya lantas mempertanyakan.

MUI khawatir bila terowongan penghubung Masjid Istiqlal-Gereja Katedral itu dibangun justru lebih banyak merugikan dibanding manfaatnya.

“Kita sekarang ini sudah mempunyai basement tempat parkir di Istiqlal, saya khawatir apabila terowongan tersebut dibuka, nanti akan lebih banyak mudharatnya, dibanding manfaatnya,” tambahnya.

Ia menilai, sejak lama pihak Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral untuk saling membantu bila ada kegiatan besar. Ia juga menyarakan agar dana yang digunakan untuk pembangunan terowongan bisa digunakan untuk kepentingan yang lain.

“Kita memang sudah ada komitmen saling membantu. Dana yang dipakai untuk (jembatan) silaturahim itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lain. Yang lebih urgent. Kita bekerja itukan berdasarkan tahapan-tahapan,” terangnya.

MUI lebih mengutamakan pembangunan yang berskala besar dan luas manfaatnya.

“Kita lebih mengutamakan proyek-proyek kemanusiaan dan infrastruktur yang sifatnya lebih luas. Saya pikir dana yang besar lebih baik dimanfaatkan ke yang lain,” ujarnya.

See also  Bank Aladin dan MUI Resmi Kerja Sama Perkuat Literasi Keuangan Syariah

Muhyiddin juga khawatir bilamana ada terjadi sesuatu di terowongan, justru nanti yang disalahkan umat Islam lagi bila ada suatu masalah.

“Kita juga Khawatir nanti ada penyalahgunaan terowongan tersebut. Dan kita tidak bisa mengontrolnya. Nanti yang disalahkan umat Islam lagi, kita khawatir,” terangnya.

Tags: Masjid IstiqlalMUIterowongan istiqlal-katedral
Previous Post

Lewat KUII ke-7, MUI Ingin Teguhkan Kiblat Bangsa Indonesia

Next Post

Temui Penasihat Raja Salman, Dubes RI Lobi Nasib WNI Terancam Hukum Mati

Comments 1

  1. Hamba Allah says:
    5 years ago

    Jadi skrg omongan MUI dan NU sdh gak didenger lagi ya sama presiden?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks