Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Universitas Madinah Kukuhkan Doktor Lingustik Arab Pertama dari Indonesia

Abi Abdul Jabbar Sidik
7 February 2020 | 10:52
rubrik: Mancanegara, News
Universitas Madinah Kukuhkan Doktor Lingustik Arab Pertama dari Indonesia

Pengukuhan Ahmad Nahidl Silmy sebagai doktor lingustik arab pertama. (foto:kjri Jeddah)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MADINAH — Universitas Islam Madinah (UIM), Arab Saudi, mengukuhkan doktor linguistik Arab pertama dari Indonesia. Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut adalah Ahmad Nahidl Silmy.

Ahmad Nahidl berhasil mempertahankan disertasinya dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat summa cumlaude

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah dalam rilisnya dpada Jumat (07/02/2020), menjelaskan, Ahmad Nahidl meraih gelarnya tersebut di Ruang Al Ibda’ Fakultas Bahasa Arab, UIM, Madinah.

Suasana ujian yang berlangsung sekitar dua jam itu disaksikan langsung oleh Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KJRI Jeddah, Agus Muktamar, dan mahasiswa Indonesia serta mahasiswa asing lainnya pada pekan ini (05/02/2020).

Nahidl, yang merupakan keponakan mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni ini, dalam disertasinya mengambil judul “Penelitian dan Autentikasi Buku : “Al-‘Ubab Az-Zakhir Wa Al-Lubab Al-Fakhir” Karya Al-Hasan Bin Muhammad As-Shogony (Wafat: 650 H)”.

Sumbangsih pemikiran mahasiswa yang akrab disapa Nahidl ini diakui pula oleh penguji eksternal dari Universitas Jazan, Dr Hasan Ibrohim Qobur.

Dr Hasan mengakui bahwa apa yang ditulis oleh Nahidl dalam disertasinya itu belum tentu bisa dilakukan bahkan oleh mahasiswa Arab.

Dr Hasan menyatakan kebahagiannya bisa ikut menguji mahasiswa Indonesia.

“Al-‘Ubab merupakan kamus Bahasa Arab terbesar di abad ke-7 hijriyah, yang menjadi salah satu rujukan utama Fairuzabadi (wafat: 817 H) dalam karyanya Al-Qomus Al-Muhith yang hingga saat ini jadi rujukan kamus Arab di seluruh dunia,” jelas Agus Muktamar.

Al-‘Ubab, terangnya, sampai saat ini sebagian besar masih berupa manuskrip, belum pernah dicetak kecuali hanya beberapa bagian saja.

“Disertasi ini ikut melengkapi bagian yang masih berupa manuskrip dan belum pernah dikaji,” imbuhnya.*

See also  KTT Arab-Islam Desak Gencatan Senjata di Lebanon dan Hentikan Genosida Palestina
Tags: Ahmad Nahidl Silmy.dokter linguistikuniversitas islam madinah
Previous Post

Membiasakan Bersedekah di Hari Jumat

Next Post

Sasirangan Bordir Jadi Contoh Usaha Mikro Naik Kelas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks