MADANINEWS.ID, LOMBOK-NTB — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir hadir dan membuka Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang digelar pada tanggal 6-9 Februari 2020 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Turut hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini.
Haedar dalam amanatnya menyampaikan, jika IMM ingin mendinamisasi gerakannya, perlu mengantisipasi perubahan zaman yang terjadi.
“Kader IMM perlu meningkatkan kemampuan, kompetensi, dan memahami identitas gerakan IMM itu sendiri,” tegas Haedar pada Kamis (6/2) di Asrama Haji NTB.
Melihat situasi saat ini, baik dalam konteks keumatan, dan kebangsaan, syarat perkembangan dan dinamika yang sangat kompleks. Sehingga, diharapkan kader IMM dapat adaptif pada perkembangan, tetapi tetap berpijak pada identitas.
“IMM harus menyiapkan hari ini untuk menyonsong masa depan dengan tantangan yang kompleks,” tegas Haedar.
Haedar berpesan agar tanwir yang mengangkat tema “Bersatu Memajukan Indonesia” menjadi wadah untuk perdebetan intelektual, dan tajdid yang disertai dengan keadaban akhlak yang baik.
Situasi saat ini dalam konteks keumatan, kebangsaan dan konteks keumatan global. Dengan perkembangan dan dinamika yang sangat kompleks. Abad 21 ada yang menamakan fase postmodern.
Haedar berharap Tanwir IMM ini menjadi refleksi, seberapa jauh IMM menyongsong masa depan, dari hal teknis sampai hal-hal epistemologis.
“Jadikanlah Tanwir ini menjadi perdebatan-perdebatan intelektual dengan semangat tajdid sekaligus jiwa dan alam pikiran yang berkeadaban akhlak, akhlaqul karimah,” kata Haedar.
Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah menyambut baik digelarnya Tanwir IMM di Pulau Lombok ini, Ia berharap IMM bisa bersinergi dengan program-program pemerintah provinsi NTB dalam membangun NTB menjadi lebih baik.
Turut hadir dalam pembukaan Tanwir IMM, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjanah Djohantini, Ketua PWM NTB Falahuddin, Ketua umum DPP IMM Najih Prasetyo, Rektor UM Mataram Arsyad Abd Gani.
