Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Tak Hanya jadi Pusat Intelektual, Pesantren juga Diharapkan Mampu Lahirkan Inovator IPTEK

Abi Abdul Jabbar Sidik
1 October 2019 | 10:39
rubrik: Nusantara
Tak Hanya jadi Pusat Intelektual, Pesantren juga Diharapkan Mampu Lahirkan Inovator IPTEK

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat mengunjungi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang, Rembang (28/9/2019).(DOK. KEMENRISTEKDIKTI)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, REMBANG — Sebagai negara muslim terbesar dunia, pesantren di Indonesia diharapkan mampu menjadi rujukan studi Islam di dunia dan mampu melahirkan lulusan yang juga mampu menguasai iptek selain ilmu agama.

Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat memberikan Kuliah Umum di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang, Rembang (28/9/2019).

Menristekdikti juga mengingatkan pesantren memiliki kontribusi besar dalam menyiapkan generasi muda yang cerdas spiritual, akademis maupun sosial dalam menghadapi tantangan di era industri 4.0.

Untuk itu, Menteri Nasir mendorong pesantren tidak hanya menjadi pusat intelektual di bidang agama, namun pesantren juga harus mampu melahirkan inventor yang mampu menghasilkan inovasi.

“Saya berharap dari pesantren lahir generasi-generasi muda Indonesia yang tidak hanya mampu mengaji tetapi juga mampu mengkaji, yang tidak hanya berzikir tetapi juga terus berfikir, yang tidak hanya mampu mengolah jiwa tetapi juga menguasai iptek untuk mengolah data, tidak hanya lembaga pendidikan yang menghasilkan para scholars, tetapi juga akan lahir para inventor,” ujar Menristekdikti.

Menteri Nasir menambahkan sebagai negara dengan jumlah penganut agama Islam terbesar dunia maka Studi Islam di Indonesia hendaknya didorong menjadi rujukan studi Islam dunia. Oleh karena itu, Institusi Pendidikan Islam Indonesia harus mampu membangun ‘branding’ agar dikenal di seluruh dunia.

“Cita-cita Indonesia menjadi destinasi studi Islam dunia bukan lagi sekedar mimpi. Yang terpenting adalah bagaimana setiap lembaga mampu merumuskan ‘Institutional Branding-nya’ sehingga wajah Islam Indonesia menjadi pilihan destinasi studi Islam dunia,” ucapnya.

Di hadapan mahasiswa/i santri STAI Al-Anwar Menristekdikti menyebutkan agar memiliki rasa bangga menjadi seorang santri, karena Ia dulu juga merupakan santri di pesantren yang sama.

See also  Dukung Ekonomi Pesantren, BI Segera Bangun Holding

“Saya ini nyantri di Sarang pada tahun 1973-1978. Saya dulu tidak pernah membayangkan bahwa saya akan terpilih menjadi Rektor, apalagi menjadi Menteri seperti sekarang ini,” ucapnya.

Ketua STAI Al-Anwar KH Abdul Ghofur Maimoen mengatakan, STAI Al-Anwar ingin menyinergikan dan menginterkoneksikan ilmu-ilmu keagamaan khususnya tasawuf. Ia ingin mahasantri di STAI Al-Anwar dapat menjadi ahli-ahli tasawuf khas Indonesia.

Tags: iptekpesantren
Previous Post

Kemenag Optimis Indeks Kepuasan Haji tahun Ini Naik

Next Post

Dompet Dhuafa Dirikan Pos Hangat dan Taman Ceria di Lokasi Gempa Ambon

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks