MADANINEWS.ID, JAKARTA — Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) memberikan sikap politiknya. Menurut MIUMI Islam sebagai agama universal bagi seluruh manusia dan memandang politik sebagai sarana ibadah.
Sekjen MIUMI Ustad Bachtiar Nasir mengatakan politik sebagai sarana ibadah yang agung dalam rangka menata kelola kehidupan publik yang berkeadilan dan mensejahterakan masyarakat dan bangsa.
“Karenanya Islam dan Politik tak dapat dipisahkan bahkan menjadi satu kesatuan yang integral. Karenanya umat Islam menolak sekularisme dan liberalisme yang hendak memisahkan Islam dengan politik kebangsaaan,” ujarnya di Jakarta Selasa (29/1).
Ustad Bachtiar menjelaskan, 3 kerangka dasar Islam yakni Aqidah, Syariah dan Akhlaq telah menjadi sendi bangsa dan Negara Keatuan Repiblik Indonesia (NKRI) sejak awal berdirinya bahkan, kata dia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Pancasila dan UUD 1945.
“Maka dari itu, kami akan menolak dan melawan setiap upaya yang akan menyingkirkan narasi dan nilai Islam dariĀ pondasi NKRI dan UUD 1945 misalnya narasi dan nilai Komunisme, Leninisme, dan Marxisme sebagaimana tertuang dalam TAP MPRS No. 25 Tahun 1966,” ungkapnya.
Selain itu pula, lanjut Bachtiar terkait sekularisme dan liberalisme karena telah menjadi gerbang masuknya berbagai sampah ideologi yang bertentangan dengan ideologi bangsa dan Negara Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.Tio/Kontributor.
