Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Menurunnya Tradisi Kritis Bahasiswa Picu Paham Radikal Berkembang

Abi Abdul Jabbar Sidik
18 October 2018 | 10:17
rubrik: Pendidikan
Menurunnya Tradisi Kritis Bahasiswa Picu Paham Radikal Berkembang

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Dr. Rachmat Wahab. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, YOGYAKARTA – Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Dr. Rachmat Wahab menyatakan bahwa salah satu hal yang meicu tumbuh kembangnya paham radikal di kampus kampus adalah menurunnya tradisi kritis dari para mahasiswa.

Hal ini disampaikan Prof. Rachmat saat menyampaikan motivasi dan wawasan Islam Rahmatan Lil Alamin di hadapan mahasiswa peserta Penguatan Moderasi Islam di Yogyakarta, belum lama ini.

Pernyataan Rektor tersebut meneguhkan langkah tepat Kementerian Agama yang kemudian ditindaklanjuti dengan diseminasi dan penguatan wawasan Islam Rahmatan Lil `Alamin bagi mahasiswa perguruan tinggi umum.

Kasubdit PAI pada PTU  Nurul Huda menyampaikan juga bahwa penguatan wawasan ini ingin menunjukkan bahwa negara hadir dalam merespon dan mengendalikan tumbuh kembangnya radikalisme dalam beragama.

Hadir di pertemuan ini 150 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jogjakarta, seperti UGM, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Cokroaminoto, Universiyas Aisyiah Jogjakarta, Universitas Mercubuana, Universitas Ahmad Dahlan, Institut Seni Indonesia, STT Adi Soetjipto, STT Nasional, dan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo Yogyakarta.

“Diskusi dan seminar seperti ini akan makin menumbuhkan cara berpikir kritis anda. Dan mahasiswa wajib memiliki nalar kritis,” jelasnya menegaskan. Hal demikian juga diamini oleh narasumber lainnya. Sahiron Syamsuddin, salah satu intelektual muda UIN Sunan Kalijaga menyampaikan kepada para peserta bahwa dalam memahami ajaran agama selalu tidak dalam tafsir tunggal. “Sebagai orang yang paham agama harus selalu menghormati pemahaman yang berbeda dengan pendapat kita,” terang Sahiron menjelaskan materinya.

Alhasil, antara sesama muslim bahkan sesama warga negara Indonesia meski berbeda agama harus saling menghargai dan menghormati.

Memberikan tradisi kritis kepada mahasiswa harus menjadi mandat di setiap mata kuliah. Untuk itu, para dosen harus memberikan pendekatan-pendekatan pembelajaran yang dapat menumbuhkan tradisi berpikir kritis.

See also  Menag : Sudahi Polemik Radikalisme Saatnya Melayani Umat

Kepala Seksi Pembinaan Keagamaan Mahasiswa  Direktorat PAI  Ahmad Rusdimeminta agar setiap mahasiswa membangun komitmen diri untuk menjaga moderasi dalam beragama.

Dengan merujuk pada definisi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Rusdi mengingatkan agar mahasiswa menghindari 3 (tiga) sikap dan pemikiran yang diindikasikan radikal, yakni anti toleran, melawan NKRI dan menyebarkan takfiri (mudah mengkafirkan orang yang berbeda dengan diri kita).

Tags: Radikalisme
Previous Post

Dirjen PHU Imbau PIHK Patuhi Regulasi

Next Post

Kemenag Pantau Serius Pembangunan Gedung SBSN 2018

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks