Di antaranya, Syuriah PBNU asal Jawa Tengah, K.H Subhan Makmun, Ketua PWNU Jawa Tengah, Ketua MUI Jawa Tengah, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Brebes, serta para pengurus PCNU Brebes, PCNU Kabupaten dan Kota Tegal.
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimun Zubair mengungkapkan, langkah KMA dalam menggerakkan dan memberdayakan ekonomi ummat, menginspirasi dirinya selaku Wakil Gubernur Jawa Tengah untuk memperkuat kebijakan pemberdayaan Pesantren.
Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Jawa Tengah, Bambang menyampaikan dalam dua tahun terakhir (pasca sejumlah inisiasi ekonomi keumatan yang digalang KMA) Bank Indonesia mulai bergerak ke Pesantren.
“Karena pesantren juga punya pengaruh yang besar untuk menstimulasi ekonomi masyarakat. Bank Indonesia melihat salah satu nilai ekonomi pesantren yang bisa kita stimulasi adalah dalam hal pengelolaan
air dan pengelolaan sampah,” ujarnya, seraya memaparkan sejumlah program BI yang telah dan akan dikembangkan di Pesantren.
KMA menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang berupaya menggerakkan ekonomi pesantren
Pesantren sebagai lembaga pendidikan, pesantren juga adalah pusat pergerakan, pesantren juga harus jadi pusat perbaikan ummat. Tio/Kontributor.
