IBADAH.ID, JAKARTA-Wahid Foundation melaunching Laporan Kemerdekaan Beragama Berkeyakinan dan Politisasi Agama 2017 yang dilengkapi dengan Laporan Politisasi Agama dalam Pilkada 2017 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Direktur Wahid Foundation Yenny Zannuba Wahid memaparkan hasil laporannya didepan
Duta Perdamaian dari Universal Peace Federation dan lebih dari dua ratus undangan lainnya.
Mereka berasal dari perwakilan-perwakilan pemerintah, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat umum.
“Sepanjang pilkada 2017 di Pulau Jawa, WF mencatat 28 peristiwa politisasi agama dengan 36 tindakan,” kata Yenny di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (8/8).
Ia menjelaskan, perbedaan jumlah dan tindakan ini mengandaikan jika dalam satu peristiwa terjadi beberapa tindakan. Peristiwa paling banyak terjadi lanjut Yenny terjadi di DKI Jakarta (24 peristiwa) menjelang putaran satu dan dua. Berikutnya Jawa Barat (3 peristiwa) dan Banten (1 peristiwa).
Seperti yang sudah diketahui, korban indvidu terbanyak di Jakarta adalah Basuki Tjahaya Purnama (10 tindakan). Setelah itu disusul Ridwan Kamil di Jawa Barat dan Rano Karno di Banten.
“Anies Baswedan bahkan juga tercatat sebagai korban karena dituduh pengikut Syiah. Dari 28 peristiwa, hanya satu peristiwa yang dilakukan aktor negara,” pungkasnya.
Sisanya, lanjut Yenny aktor non-negara (27 peristiwa), Front Pembela Islam (FPI) tercatat terlibat dalam 6 tindakan. Selebihnya para pengelola rumah ibadah (4 tindakan) dan aktor-aktor lain. (Tio/Kontributor)
