MADAN INEWS.ID, MAKKAH — Ka’bah, kiblat umat Islam di seluruh dunia, resmi mengenakan kiswah baru pada Selasa (17/6/2026) atau bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah. Prosesi tahunan yang berlangsung di Masjidil Haram itu menjadi salah satu momen sakral yang menandai pergantian Tahun Baru Islam.
Pergantian kiswah tahun ini kembali menyita perhatian umat Islam dunia. Selain sarat nilai spiritual, kain penutup Ka’bah tersebut merupakan hasil karya seni Islam yang dibuat melalui proses panjang dan melibatkan ratusan tenaga ahli.
Sebanyak 150 pengrajin dan tenaga terampil Saudi terlibat dalam pembuatan kiswah baru yang dikerjakan selama 11 bulan. Kiswah tersebut terdiri atas 47 lembar kain sutra hitam yang dihiasi 30 ayat Al-Qur’an menggunakan benang perak berlapis emas 24 karat.
Secara keseluruhan, kiswah baru Ka’bah memiliki berat mencapai 1.410 kilogram.
Tradisi Tahunan yang Sarat Makna
Proses penggantian kiswah dimulai sejak Senin malam oleh General Authority for the Care of the Affairs of the Grand Mosque and the Prophet’s Mosque melalui King Abdulaziz Complex for the Holy Kaaba Kiswa.
Tahapan awal dilakukan dengan melepas berbagai ornamen dan hiasan yang menempel pada kiswah lama, termasuk dekorasi berlapis emas dan tirai pintu Ka’bah.
Pergantian kiswah sebelumnya dilakukan setiap 9 Dzulhijjah. Namun, Pemerintah Arab Saudi kini menetapkan prosesi tersebut berlangsung setiap 1 Muharram sebagai bagian dari penyambutan Tahun Baru Islam.
Kebijakan tersebut membuat Ka’bah tampil dengan kiswah baru tepat saat memasuki tahun hijriah yang baru.
Dibuat Melalui Tujuh Tahap Produksi
Pembuatan kiswah Ka’bah bukan pekerjaan biasa. Proses produksinya dilakukan melalui tujuh tahapan utama yang dikerjakan secara presisi.
Tahapan tersebut meliputi pemurnian air, pencucian sutra, penenunan, pencetakan pola, penyulaman, perakitan, hingga pemeriksaan akhir sebelum kiswah dipasang.
Setelah selesai diproduksi, kiswah diangkut menggunakan kendaraan khusus menuju pelataran thawaf atau mataf di Masjidil Haram.
Seluruh proses dilakukan untuk memastikan kualitas dan keutuhan salah satu simbol paling penting dalam peradaban Islam tersebut.
Menggunakan Sutra, Perak dan Emas
Dalam pembuatannya, kiswah menggunakan berbagai bahan premium.
Data yang dirilis otoritas terkait menunjukkan kiswah baru dibuat menggunakan 825 kilogram sutra alami, 47 gulungan sutra hitam untuk bagian luar, serta 400 kilogram kapas untuk lapisan dalam.
Selain itu, digunakan pula 60 kilogram perak murni dan 120 kilogram perak berlapis emas yang digunakan untuk menyulam ayat-ayat Al-Qur’an serta berbagai ornamen dekoratif pada kain penutup Ka’bah.
Mahakarya Kaligrafi Islam
Kiswah Ka’bah selama ini dikenal sebagai salah satu mahakarya seni Islam yang menampilkan keindahan kaligrafi Arab.
Pada bagian luar kiswah, sejumlah ayat Al-Qur’an dan ungkapan keimanan ditulis menggunakan gaya kaligrafi Tsuluts Jali yang dikenal memiliki bentuk artistik, detail rumit, dan nilai estetika tinggi.
Tradisi kaligrafi tersebut juga hadir di bagian dalam Ka’bah. Dinding interior bangunan suci itu dilapisi kain hijau mewah yang dihiasi ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa dengan kaligrafi serupa.
Perpaduan antara seni Islam klasik, teknologi modern, serta keterampilan para pengrajin menjadikan kiswah Ka’bah bukan sekadar kain penutup, tetapi simbol penghormatan terhadap salah satu tempat paling suci bagi umat Islam di seluruh dunia.
