MADANINEWS.ID, JAKARTA – Bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia, Ka’bah bukan sekadar bangunan berbentuk kubus di tengah Masjidil Haram. Di sanalah arah kiblat seluruh kaum muslimin dipusatkan, tempat jutaan hati tertambat, sekaligus titik paling sakral dalam ibadah haji dan umrah.
Setiap musim haji, lautan manusia dari berbagai negara mengelilingi Ka’bah tanpa henti selama 24 jam. Namun, tak sedikit jemaah yang belum memahami bahwa bangunan suci itu memiliki banyak bagian penting dengan sejarah, fungsi, dan keutamaannya masing-masing.
Padahal, mengenal bagian-bagian Ka’bah bisa membantu jemaah menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk sekaligus memahami jejak sejarah panjang para nabi dan syiar Islam sejak ribuan tahun lalu.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengabadikan momen ketika Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS meninggikan fondasi Ka’bah. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 127:
وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Artinya:
“(Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.’”
Sebagian ulama bahkan berpendapat Ka’bah telah ada sejak zaman Nabi Adam AS dan Nabi Ibrahim AS hanya membangun kembali fondasi yang sudah ada sebelumnya.
Lalu apa saja bagian-bagian Ka’bah yang penting diketahui jemaah?
1. Hajar Aswad, Batu Surga yang Jadi Titik Awal Tawaf
Hajar Aswad merupakan batu mulia yang berada di salah satu sudut Ka’bah dan menjadi titik dimulainya tawaf.
Batu ini diyakini berasal dari surga. Dalam hadits disebutkan bahwa awalnya Hajar Aswad berwarna putih, lalu berubah menghitam akibat dosa manusia.
Rasulullah SAW bersabda:
“Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya menjadi hitam akibat dosa-dosa bani Adam.”
(HR Tirmidzi)
Bentuk Hajar Aswad menyerupai telur dengan warna hitam kemerahan dan dibingkai perak. Saat tawaf, jemaah disunnahkan mengusap atau memberi isyarat ke arah Hajar Aswad sambil bertakbir.
2. Multazam, Tempat Mustajab untuk Berdoa
Multazam adalah area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Tempat ini dikenal sebagai salah satu lokasi paling mustajab untuk memanjatkan doa.
Di area ini, jemaah dianjurkan menempelkan dada, pipi, dan kedua tangan ke dinding Ka’bah sambil bermunajat kepada Allah SWT.
Tak heran, Multazam sering menjadi tempat paling haru bagi jemaah karena banyak orang menangis dan berdoa dengan penuh pengharapan di hadapan Allah SWT.
3. Maqam Ibrahim, Bekas Pijakan Nabi Ibrahim AS
Maqam Ibrahim merupakan batu yang diyakini menjadi pijakan Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka’bah bersama Nabi Ismail AS.
Bekas pijakan kaki tersebut masih terlihat hingga kini dan disimpan dalam pelindung kaca berwarna keemasan di dekat Ka’bah.
Allah SWT berfirman:
وَاِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمْنًاۗ وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ
Artinya:
“Jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat.”
Karena itu, setelah selesai tawaf, jemaah dianjurkan melaksanakan salat sunnah di belakang Maqam Ibrahim apabila memungkinkan.
4. Pintu Ka’bah yang Terbuat dari Emas
Pintu Ka’bah saat ini terbuat dari emas murni dengan berat mencapai sekitar 280 kilogram.
Dahulu Ka’bah memiliki dua pintu, yakni pintu masuk dan pintu keluar. Namun setelah renovasi oleh kaum Quraisy, satu pintu ditutup dan yang digunakan hingga kini hanya pintu sebelah timur.
Letaknya juga dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah sebagai bentuk perlindungan.
5. Syadzarwan, Bagian Dasar Ka’bah yang Sering Tak Disadari
Syadzarwan adalah bagian marmer melengkung di dasar dinding Ka’bah.
Meski terlihat seperti pijakan biasa, sebagian ulama menyatakan Syadzarwan termasuk bagian Ka’bah. Karena itu, jemaah yang sedang tawaf dianjurkan tidak menginjak atau menyentuhnya demi kehati-hatian.
Syadzarwan dibuat untuk melindungi fondasi Ka’bah dari rembesan air hujan.
6. Kiswah, Kain Hitam Penutup Ka’bah
Kiswah adalah kain hitam yang menutupi seluruh bagian luar Ka’bah.
Kain ini dibuat dari sutra berkualitas tinggi dan dihiasi kaligrafi ayat Al-Qur’an menggunakan benang emas.
Tradisi penggantian kiswah dilakukan setiap tahun dan menjadi salah satu prosesi yang sangat dinantikan umat Islam.
Pada bagian atas kiswah terdapat sabuk kaligrafi sepanjang sekitar 47 meter yang mengelilingi Ka’bah.
7. Atap Ka’bah yang Bertingkat Dua
Tak banyak jemaah mengetahui bahwa Ka’bah memiliki dua lapis atap.
Pada masa awal, Ka’bah bahkan belum memiliki atap sama sekali. Baru setelah berbagai renovasi dilakukan, bangunan suci ini memiliki struktur atap seperti sekarang.
Di bagian atas Ka’bah terdapat tempat pengait kiswah dan beberapa penyangga penting bangunan.
8. Mizab Ar-Rahman, Pancuran Air Hujan dari Ka’bah
Mizab Ar-Rahman adalah pancuran emas yang berada di sisi atas Ka’bah.
Fungsinya untuk mengalirkan air hujan dari atap Ka’bah agar tidak menggenang.
Saat hujan turun di Masjidil Haram, air yang keluar dari Mizab Ar-Rahman sering diperebutkan jemaah karena diyakini penuh keberkahan.
9. Rukun Yamani, Sudut yang Disunnahkan Diusap
Rukun Yamani berada di sudut barat daya Ka’bah dan menghadap ke arah Yaman.
Saat tawaf, jemaah disunnahkan mengusap Rukun Yamani menggunakan tangan kanan tanpa menciumnya.
Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Rasulullah SAW menganjurkan membaca doa:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah wa qina ‘adzaban naar.
Artinya:
“Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.”
10. Rukun Iraqi
Rukun Iraqi merupakan sudut Ka’bah yang menghadap ke arah Irak.
Meski tidak memiliki amalan khusus seperti Hajar Aswad atau Rukun Yamani, bagian ini tetap menjadi penanda penting dalam putaran tawaf.
11. Rukun Syami
Rukun Syami berada di sisi barat Ka’bah dan menghadap ke arah Syam atau Suriah.
Bagian ini menjadi salah satu sudut penting dalam struktur Ka’bah yang membantu jemaah memahami posisi dan arah saat tawaf.
12. Hijir Ismail, Bagian Ka’bah yang Berbentuk Setengah Lingkaran
Hijir Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran di sisi utara Ka’bah.
Banyak jemaah mengira tempat ini berada di luar Ka’bah. Padahal, Hijir Ismail termasuk bagian dari bangunan Ka’bah.
Karena itu, jemaah yang salat di dalam Hijir Ismail dihukumi seperti salat di dalam Ka’bah.
Saat tawaf, jemaah wajib mengelilingi Hijir Ismail dan tidak boleh memotong jalur lewat bagian dalamnya.
13. Pilar Ka’bah, Tiang Penyangga di Dalam Baitullah
Di dalam Ka’bah terdapat tiga pilar utama yang terbuat dari kayu jati Burma.
Pilar-pilar ini berfungsi menopang bangunan Ka’bah dari dalam. Di antara pilar tersebut terdapat lemari kecil tempat menyimpan wewangian dan perlengkapan pembersih Ka’bah.
Meski tidak dapat dilihat langsung oleh seluruh jemaah, bagian ini menjadi salah satu struktur penting di dalam Baitullah.
Mengenal bagian-bagian Ka’bah bukan hanya menambah wawasan sejarah Islam, tetapi juga membantu jemaah lebih memahami makna ibadah saat berada di Tanah Suci. Sebab setiap sudut Ka’bah menyimpan jejak perjuangan para nabi, doa-doa para salihin, dan sejarah panjang peradaban Islam yang terus hidup hingga hari ini.
