IBADAH.ID, JAKARTA – Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Bambang Brodjonegoro meluncurkan buku Fikih Zakat on SDGs. Penyusunannya diinisiasi oleh BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), Filantropi Indonesia, dan UIN Syarif Hidayatullah dengan dukungan Bappenas dan Kementerian Agama.
Peluncuran buku ini diselenggarakan di Gedung Saleh Afif, Bappenas, Jakarta, Senin (30/7) kemarin yang juga dihadiri oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefudin, Ketua Baznas Bambang Sudibyo, Ketua MUI KH. Ma’ruf Amien, Co-Chair Filantropi Indonesia Erna Witoelar, serta para pegiat zakat dan pihak-pihak yang terlibat dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di Indonesia.
“Fikih zakat untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Fikih Zakat on Sustaible Development Goals/SDGs) adalah sebuah terobosan ikhtiar dalam membangun relasi keduanya,” ujar Ketua Baznas, Prof. Dr. Bambang Sudibyo Selasa (31/7).
Ia mengungkapkan, zakat sebagai instrumen distribusi ekonomi bertujuan mengentaskan kemiskinan dan memajukan ekonomi.
Sementara itu, SDGs kata Bambang adalah satu kesepakatan masyarakat dunia (global commitment) untuk mewujudkan dunia yang terbebas dari kemiskinan, berkehidupan yang bermartabat, adil, dan sejahtera, serta saling bekerjasama di antara mereka.
“Sebuah masyarakat ideal yang diidamkan melalui perwujudan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tahun 2030. Relasi dimaksud bersifat dua arah, yaitu; zakat sebagai instrumen yang mendukung pencapaian SDGs dan pada saat yang sama penerapan paradigma SDGs dalam
pengelolaan zakat,” terangnya.
Bambang mengharapkan, buku Fikih Zakat on SDGs ini diharapkan bisa menjadi panduan bagi pengelola zakat dalam mendukung pencapaian TPB/SDGs di Indonesia. (Tio/Kontributor)
