MADANINEWS.ID, JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melihat ekonomi syariah berpotensi besar menjadi salah satu pendorong utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029.
Penilaian tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Kadin Indonesia, Titi Khoiriah, yang menekankan pentingnya kontribusi sektor syariah dalam agenda pembangunan ekonomi ke depan.
“Kadin berharap ekonomi syariah Indonesia dapat terus memberikan manfaat nyata dan berkontribusi dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Titi Khoiriah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah dan Industri Halal Global
Titi menyebut, langkah tersebut sejalan dengan peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dan industri halal global.
“Target kita adalah menguasai pasar domestik, menjadi pemain utama ekonomi syariah, sekaligus memiliki daya saing kuat di pasar global,” ujar dia.
Salah satu inisiatif yang tengah dikembangkan adalah pembentukan Indonesia Sharia Economic Center, yang ditujukan sebagai wadah untuk mempertemukan para pelaku usaha industri halal.
“Melalui platform ini, Kadin Indonesia juga mendorong promosi dan penguatan Kadin Halal Hub sebagai pusat kolaborasi, fasilitasi, dan pengembangan industri halal nasional,” kata Titi.
Modal Indonesia Hampir Sempurna, Tapi Belum Terintegrasi
Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Kadin Indonesia, Primus Dorimulu, menilai Indonesia memiliki modal fundamental yang kuat untuk menjadi pusat ekonomi syariah global.
Ia menyebut faktor seperti populasi Muslim terbesar di dunia, kerangka regulasi yang matang, hingga dukungan kelembagaan menjadi keunggulan utama.
Namun, Primus menilai potensi tersebut belum sepenuhnya terintegrasi menjadi kekuatan ekonomi yang saling menguatkan.
“Kemajuan paling nyata justru terlihat di industri halal, terutama makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, serta fesyen Muslim. Industri ini tumbuh pesat karena digerakkan oleh konsumsi domestik dan UMKM, didukung sertifikasi halal, digitalisasi rantai pasok, serta keterhubungan dengan pasar ekspor,” ujar Primus.
Kadin Indonesia juga baru-baru ini menggelar forum Kadin Sharia Economic Outlook 2026 dengan tema “Driving Indonesia’s Halal Industry Competitiveness and Global Export Readiness”.
Forum tersebut membahas arah dan prospek ekonomi syariah ke depan, sekaligus peran Kadin sebagai akselerator dalam pengembangan ekonomi syariah dan industri halal nasional.
