Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

KNEKS Sebut Indonesia Masih Jadi “Penonton” di Industri Haji-Umrah Global

Abi Abdul Jabbar Sidik
23 December 2025 | 09:59
rubrik: Haji & Umrah
Layanan Haji Dirombak! DPR Usul Satu Embarkasi Hanya Dilayani Satu Syarikah

Jemaah Haji Indonesia di Masjidil Haram. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Meningkatnya jumlah jemaah haji dan umrah asal Indonesia ternyata belum otomatis meningkatkan manfaat ekonomi di dalam negeri. Para ahli menilai sebagian besar nilai tambah justru mengalir ke luar negeri, terutama Arab Saudi dan negara penyedia layanan pendukung.

Menurut Sutan Emir Hidayat, Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah KNEKS sekaligus Sekretaris Jenderal IAEI, persoalan utama ada pada belum terbangunnya ekosistem industri haji-umrah yang terintegrasi di Indonesia.

“Indonesia masih berperan besar sebagai penyedia jamaah, bukan sebagai pemilik rantai nilai. Nilai tambah domestik masih terbatas pada travel agent dan sebagian perlengkapan jamaah,” tutur Sutan, Senin (22/12/2025).

Multiplier Effect Ekonomi Banyak Bocor ke Luar Negeri

Sutan menjelaskan, kebocoran ekonomi terbesar terjadi pada sektor transportasi udara, akomodasi, katering, dan layanan pendukung lain yang sebagian besar dikuasai pihak luar negeri. Bahkan kebutuhan konsumsi jemaah masih banyak dipenuhi produk impor.

Akibatnya, Indonesia tetap berada di posisi hilir rantai nilai global haji dan umrah. Meski jumlah jemaah meningkat setiap tahun, kontribusinya terhadap perekonomian nasional masih belum optimal.

Tekanan eksternal diperkirakan akan tetap membayangi pada 2026, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan riyal Arab Saudi, serta dinamika geopolitik Timur Tengah yang memengaruhi biaya penerbangan, logistik, dan asuransi.

Tantangan Vision 2030 dan Kebijakan Indonesia

Kebijakan Arab Saudi melalui Vision 2030 yang semakin melonggarkan akses visa diprediksi meningkatkan volume jemaah. Namun, kondisi ini juga menimbulkan persaingan harga dan kualitas layanan yang lebih ketat.

Sutan menekankan, tantangan tersebut harus dijawab dengan kebijakan terpadu, mulai dari penguatan standarisasi produk, konsolidasi UMKM agar bisa memenuhi skala ekonomi, hingga penguatan diplomasi ekonomi dengan Arab Saudi.

See also  Garuda Indonesia Matangkan Persiapan Teknis Jelang Haji 2025

“Selain itu, KNEKS mendorong penguatan hilirisasi nilai dan pembiayaan syariah, termasuk standardisasi produk, konsolidasi UMKM, serta diplomasi ekonomi dengan Arab Saudi,” pungkasnya.

Tags: ekonomi haji umrahekonomi Indonesiaindustri haji umrahindustri halalKNEKS
Previous Post

Masuki Tahapan Kunci, Proyek Kampung Haji di Makkah Bakal Dibanun di Kuartal IV 2026

Next Post

7 Bulan Berlalu, 3 Jemaah Haji 2025 Indonesia Masih Hilang di Makkah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks