MADANINEWS.ID, Klaten – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid memiliki fungsi multifungsi sebagai pusat pembentukan kualitas umat dan penguatan kehidupan sosial. Hal ini disampaikannya saat memberikan arahan dalam peringatan Milad ke-112 Masjid Raya Al Muttaqun, Klaten, Jawa Tengah, Ahad (14/11/2025) dengan tema “Mengokohkan Fungsi Masjid Untuk Negeri.”
Menag menekankan, masjid sejak awal dibangun bukan sekadar sebagai bangunan fisik, tetapi ruang pembinaan manusia untuk bersujud kepada Allah.
“Tujuan utama masjid dibangun adalah untuk membangun sajidun, orang-orang yang sujud, agar memperkuat kualitas dan sekaligus kuantitas orang-orang yang akan sujud,” ujarnya.
Masjid dan Rumah, Peran yang Seimbang
Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya keseimbangan peran antara masjid dan rumah. Salat fardhu dianjurkan berjamaah di masjid, sementara rumah tetap dihidupkan dengan ibadah sunah. Menag mengingatkan, rumah yang jauh dari aktivitas ibadah akan kehilangan ruh spiritualnya.
“Tidak bisa juga menjadikan rumah itu seperti kuburan. Rumah seperti kuburan ialah rumah yang tidak pernah kedengaran suara azan, tidak pernah kedengaran orang ngaji, tidak ada salawatan, tidak ada kontemplasi,” tegasnya.
Fungsi Humanis Masjid pada Masa Rasulullah SAW
Menag menyoroti sejarah fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW yang luas dan humanis. Hanya sekitar 20 persen masjid yang digunakan untuk ibadah ritual, sementara sisanya difungsikan untuk pemberdayaan umat. Masjid Nabawi, misalnya, menjadi pusat pendidikan, balai pertemuan, rumah tahanan, tempat pernikahan, pusat pengobatan, pusat informasi, hingga lembaga peradilan.
“Jadi Rasulullah SAW itu banyak sekali membuat pikiran-pikiran yang sangat humanis di masjid,” jelasnya.
Menag berharap masjid-masjid di Indonesia dapat menjadi pusat pemberdayaan umat yang nyata, memanfaatkan potensi ratusan ribu masjid di seluruh negeri.
“Saya mohon supaya masjid kita yang ada di Indonesia, termasuk Masjid Al Muttaqun ini yang berada di pinggir jalan, dan juga delapan ratus ribu masjid yang ada di tengah perkampungan, bisa menjadi medium pemberdayaan umat,”pungkasnya.
Milad ke-112 Masjid Raya Al Muttaqun dihadiri Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, jajaran pengasuh masjid, serta masyarakat setempat.
