Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Tips Orang Tua Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Pelaku Bullying

Abi Abdul Jabbar Sidik
9 December 2025 | 13:00
rubrik: Gaya Hidup, Keluarga
Tips Orang Tua Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Pelaku Bullying

Ilustrasi Bullying. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Bullying menjadi salah satu ancaman terbesar bagi tumbuh kembang anak. Dampaknya tidak sekadar emosional, tetapi dapat meninggalkan luka psikologis yang bertahan hingga dewasa, merusak rasa percaya diri, bahkan memicu depresi berkepanjangan. Banyak anak yang menjadi korban perundungan merasa takut pergi ke sekolah, menarik diri dari teman-temannya, dan kehilangan semangat belajar.

Fenomena bullying kerap muncul di masa remaja, ketika hormon dan emosi sedang berubah cepat. Ketidakstabilan ini membuat mereka lebih mudah tersinggung dan cepat marah. Namun, perilaku merundung orang lain tidak muncul begitu saja. Pola didikan, kebiasaan sehari-hari, dan lingkungan rumah berperan besar dalam membentuk cara anak memperlakukan orang lain.

Pendidikan Karakter Menurut Islam

Dalam Islam, pencegahan perilaku bullying harus dimulai dari pembangunan akhlak sejak dini. Orang tua memiliki peran utama menanamkan adab, empati, tutur kata yang lembut, dan sikap hormat kepada orang lain. Rumah menjadi pondasi moral di mana anak belajar mengenali batasan, menghargai perbedaan, dan membentuk karakter yang tidak mudah menyakiti sesama.

Nabi Muhammad SAW menekankan bahwa hadiah terbaik untuk anak bukanlah materi, melainkan adab dan akhlak yang baik:

مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ

Artinya: “Tidak ada pemberian seorang ayah kepada anaknya yang lebih utama daripada adab yang baik.” (HR. At-Tirmidzi dan Hakim)

Imam as-Shan’ani menjelaskan bahwa pendidikan terbaik mencakup kedekatan dengan ajaran agama, pemahaman ibadah, serta kemampuan bergaul dengan orang lain secara positif:

وهو أدب الكتاب والسنة وتعليم مناسك الدين وحسن معاشرة المخلوقين

Artinya: “Adab yang baik adalah adab Al-Qur’an dan Sunnah, pengajaran ibadah, serta cara bergaul dengan makhluk secara baik.” (At-Tanwir Syarh al-Jami’ ash-Shaghir, jilid IX, hlm. 514)

Mengajarkan Anak Tata Krama Pergaulan

Orang tua harus membimbing anak memiliki tata krama sosial yang baik. Anak perlu terbiasa menggunakan kata-kata sederhana seperti “terima kasih” dan “tolong”, menghormati teman sebaya maupun orang yang lebih tua, serta menghargai pencapaian orang lain. Hal ini menumbuhkan budaya saling menghargai dan mencegah perilaku merendahkan.

See also  Yang Harus Anda Ketahui Mengenai Virus COVID-19 Varian Delta

Imam Al-Ghazali menegaskan:

وَيُمْنَعُ مِنْ أَنْ يَفْتَخِرَ عَلَى أَقْرَانِهِ بِشَيْءٍ مِمَّا يَمْلِكُهُ … وَالتَّلَطُّفَ فِي الْكَلَامِ مَعَهُمْ

Artinya: “Anak harus dibiasakan rendah hati, menghormati setiap orang yang bergaul dengannya, serta bertutur kata lembut.” (Ihya’ Ulumiddin, jilid III, hlm. 73)

Menjaga Ucapan dan Bahasa Anak

Bullying sering berawal dari kata-kata. Ejekan, candaan merendahkan, atau ucapan kasar dapat berkembang menjadi tekanan mental yang menyakitkan. Al-Ghazali menekankan pentingnya menjaga tutur kata anak:

وَيُمْنَعُ مِنْ لَغْوِ الْكَلَامِ وَفُحْشِهِ وَمِنَ اللَّعْنِ وَالسَّبِّ

Artinya: “Anak dijauhkan dari ucapan sia-sia, kata-kata kotor, melaknat, dan mencaci.” (Ihya’ Ulumiddin, jilid III, hlm. 73)

Pencegahan Bullying dari Lingkungan

Pergaulan memengaruhi karakter anak. Sifat agresif atau meremehkan kerap merupakan tiruan dari teman sebaya. Al-Ghazali mengingatkan:

وَمِنْ مُخَالَطَةِ مَنْ يَجْرِي عَلَى لِسَانِهِ شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ فَإِنَّ ذَلِكَ يَسْرِي …

Artinya: “Anak dijauhkan dari bergaul dengan orang-orang yang lisannya terbiasa ucapan buruk, karena kebiasaan buruk pasti menular.” (Ihya’ Ulumiddin, jilid III, hlm. 73)

Selain itu, upaya pencegahan membutuhkan kerja sama antara rumah, sekolah, dan masyarakat. Lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak dapat membentuk budaya saling menghargai sekaligus melindungi semua anak dari bullying.

Mencegah bullying bukan sekadar menertibkan perilaku anak ketika muncul masalah, tetapi membangun fondasi karakter sejak rumah. Dengan menanamkan adab, empati, dan tata krama sosial, anak dapat tumbuh menjadi pribadi lembut, bijak, dan bermanfaat bagi lingkungannya. Pendidikan anti-bullying dimulai dari rumah dan diperkuat dengan sinergi sekolah serta masyarakat.

Tags: bullyingparenting islampendidikan anakPendidikan Islam
Previous Post

Cara Menjadikan Shalat Lebih Khusyuk dan Bermakna Menurut Al Ghazali

Next Post

Musibah dan Bencana: Begini Cara Muslim Bijak Menghadapinya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks