MADANINEWS.ID, ABU DHABI – Eskalasi konflik antara Palestina dan Israel masih memanas. Berbagai upaya di jalur internasional telah ditempuh untuk menghentikan genosida yang terjadi, namun belum membuahkan hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan solidaritas dari umat Islam di seluruh dunia untuk terus menyuarakan penyelesaian secara adil terhadap masalah ini.
“Dibutuhkan kesatuan suara dan tekad dunia Islam untuk menyelesaikan secara adil masalah Palestina,” imbuh Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat bertemu dengan Imam Besar Al Azhar (Grand Syaikh), Ahmed Al-Tayeb, di Emirates Palace Hotel, Abu Dhabi, Senin (05/02/2024).
Lebih lanjut Wapres menyampaikan, genosida ini harus segera dihentikan karena telah melanggar hukum, etika, dan norma.
“Serangan ini jelas melanggar hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan,” papar Wapres.
Pada kesempatan ini, Wapres pun menyampaikan rasa prihatinnya atas kejadian yang menimpa saudara muslim di Gaza.
“Saya sedih dunia tidak berdaya untuk memberhentikan kekejaman Israel di Gaza,” ungkap Wapres.
Menutup pertemuan, Wapres pun berharap agar konflik di jalur gaza yang saat ini tengah terjadi dapat terselesaikan secara adil.
“Menyelesaikan secara adil masalah Palestina,” pungkasnya.
Nyaris hampir lima bulan serangan Israel terhadap warga Palestina di Gaza telah menewaskan lebih dari 27 ribu jiwa.
Masyarakat global telah berupaya untuk mengupayakan gencatan senjata, salah satunya Afrika Selatan yang menggugat Israel ke Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) atas kasus genosida Israel di Jalur Gaza. ICJ pun telah memberi keputusan pada Jumat (27/1/2024) lalu.
Dalam putusannya, pengadilan dunia tidak memerintahkan gencatan senjata di Gaza, tapi meminta Israel untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza dan dimintakan melapor kembali ke pengadilan dalam waktu satu bulan.
BMenurut laporan Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS), jumlah korban tewas Palestina sejak perang yang meletus pada 7 Oktober 2023 lalu telah mencapai angka lebih dari 27 ribu jiwa dengan lebih dari 71 ribu korban luka-luka. Militer Israel dilaporkan telah membunuh sedikitnya 27.746 warga Palestina. PCBS mencatat bahwa 27.365 korban jiwa berada di Jalur Gaza, sementara 381 korban jiwa terdapat di Tepi Barat. Korban anak-anak dilaporkan mencapai 12.345.
