Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

DAI Terus Pacu Literasi dan Inklusi Asuransi Guna Siap Menghadapi Pasar Bebas ASEAN

Irawan Nugroho
1 February 2023 | 17:13
rubrik: News, Nusantara
DAI Terus Pacu Literasi dan Inklusi Asuransi Guna Siap Menghadapi Pasar Bebas ASEAN
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta ‒ Tepat pada tanggal 1 Februari 2023, Dewan Asuransi Indonesia (DAI) genap berusia 66 tahun. Di usianya yang lebih dari setengah abad tersebut, DAI sebagai asosiasi induk dari seluruh asosiasi perasuransian di Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan edukasi dan literasi asuransi serta koordinasi antarseluruh stakeholder perasuransian Tanah Air demi meningkatkan tingkat penetrasi asuransi nasional yang hingga saat ini masih di bawah 5 persen.

Sebagai  bentuk  komitmen  tersebut,  pada  perayaan  HUT  kali  ini  DAI  mengusung  tagline Sinergi Perasuransian Untuk Indonesia, Tagline yang bertujuan mengoordinasi dan menyelaraskan seluruh anggota asosiasi perasuransian tersebut sejalan dengan tagline yang diusung oleh asosiasi anggota DAI yaitu Transformasi Lampaui Batas (AAJI), 21 Tahun AAUI Semakin Kuat (AAUI), We Want Bigger Portion (APPARINDO), dan  Kesetaraan Dalam Kemitraan (APKAI).

Indeks Literasi Keuangan dan Inklusi Masyarakat Indonesia Naik

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2022 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia pada tahun 2022 naik menjadi 49,68 persen dibandingkan dengan posisi tahun 2019 yang hanya 38,03 persen. Untuk indeks inklusi meningkat menjadi 85,10 persen pada 2022 dibandingkan dengan 2019 yang hanya 76,19 persen.

Khusus tingkat literasi subsektor perasuransian tercatat mengalami peningkatan pada 2022 menjadi 31,72 persen dibandingkan dengan 2016 dan 2019 yang masing-masing 19,40 persen dan 15,80 persen. Senada, tingkat inklusi subsektor perasuransian juga meningkat menjadi 16,63 persen pada 2022 dibandingkan dengan 2016 dan 2019 yang masing-masing 12,10 persen dan 13,15 persen.

Ketua Umum DAI Tatang Nurhidayat mengatakan peningkatan tingkat literasi dan inklusi perasuransian tersebut tidak terlepas dari upaya seluruh stakeholder perasuransian salah satunya adalah asosiasi perasuransian yang konsisten menjalankan program-program edukasi dan literasi kepada masyarakat. “Meski demikian, capaian angka literasi dan inklusi 2022 yang masih di bawah 50 persen tersebut menunjukkan bahwa program-program literasi dan edukasi ini masih memerlukan kerja keras agar terus meningkat signifikan ke depannya,” katanya di Jakarta (1/2/2023).

See also  Korporatisasi Petani Pisang Cavendish, Dikembangkan di Bener Meriah Aceh

Tantangan Eksternal Pasar Bebas ASEAN Sudah Semakin Dekat

Selain tantangan rendahnya penetrasi asuransi nasional, Tatang melanjutkan industri asuransi juga menghadapi tantangan eksternal berupa pasar bebas ASEAN. Indonesia telah menyatakan ikut serta dalam ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) yang merupakan bentuk kerja sama untuk mencapai integrasi ekonomi ASEAN di bidang jasa. AFAS sendiri akan efektif berlaku pada tanggal 1 Januari 2025 dan yang pertama kali dibuka dalam kesepakatan tersebut adalah asuransi umum syariah.

“Melalui AFAS ini, perusahaan asuransi regional bisa memasarkan produk asuransi umum syariah secara langsung ke negara-negara di kawasan ASEAN meski tidak memiliki kantor cabang atau perwakilan SDM di negara tujuan,” jelasnya.

Tatang berharap industri asuransi umum syariah Indonesia bisa menyiapkan diri dalam menghadapi persaingan bebas tersebut sehingga mampu berperan sebagai pemain utama atau market leader. Selain itu, sambung dia, industri asuransi umum syariah juga wajib bersiap menghadapi gempuran produk asuransi umum syariah dari negara ASEAN lain.

Pemain Asuransi Umum Syariah Indonesia Diminta Bisa Jadi Raja di Negeri Sendiri dan Raja di ASEAN

Selain dari sisi pengembangan produk, Tatang mengatakan kompetensi SDM perasuransian juga harus ditingkatkan. Saat ini, terangnya, SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) Bidang Perasuransian sedang dalam proses penyusunan yang ditargetkan selesai pada bulan Juli 2023. “SKKNI Bidang Perasuransian ini akan bisa mendorong peningkatan kualitas dan kompetensi SDM perasuransian nasional yang tak hanya untuk pelayanan terhadap nasabah tapi juga siap berkompetisi di pasar bebas ASEAN,” jelas Tatang.

Dengan kesiapan tersebut, diharapkan pemain asuransi umum syariah Indonesia bisa tetap menjadi raja di negeri sendiri dan juga raja di ASEAN.

See also  Temuan BPK Terkait BPUM Ditindak Lanjuti KemenkopUKM

Dewan Asuransi Indonesia (DAI) adalah lembaga koordinasi pendidikan asuransi, penelitian pengembangan, pengelolaan publikasi asuransi dan koordinasi kegiatan lintas asosiasi dan tugas lainnya  yang  dipandang  penting  dan  perlu.  DAI berkedudukan  di  Jakarta,  beranggotakan asosiasi industri perasuransian dan memiliki partner dalam menjalankan tugasnya sebagaimana bisa dilihat lebih lengkap pada www.dai.or.id.*

Previous Post

Kolaborasi Hadirkan Kawasan Khusus Perdagangan Bagi UMKM Diminta Banyak Digalakkan

Next Post

OJK Lantik Pimpinan Satuan Kerja Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks