MADANINEWS.ID, Jakarta – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang penting bagi perekonomian Indonesia. Dengan jumlah yang mencapai 64 juta, kelompok usaha ini berkontribusi secara signifikan bagi upaya pemulihan ekonomi nasional. Dari jumlah teersebut, sebanyak 60% usaha dikelola oleh perempuan. Perempuan Indonesia memiliki rasio kepemilikan usaha lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia. Hal ini dapat dipahami mengingat setengah dari potensi sumber daya pembangunan Indonesia adalah perempuan. Sebanyak 53,6% perempuan Indonesia berada pada usia produktif dan Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk usia produktif terbesar di Asia hingga 191 juta jiwa.
Namun demikian, sangat disadari betapa banyak tantangan yang dihadapi UMKM dan perempuan untuk mendukung visi Indonesia, salah satunya sertifikasi halal. Mengingat hingga saat ini masih sangat terbatas produk UMKM yang telah mendapatkan sertifikasi halal. Dengan adanya sertifikasi halal, maka akan mendorong penambahan nilai (value added) bagi pelaku usaha UMKM. Sementara bagi konsumen, hal itu akan memberikan rasa aman dalam mengonsumsi produk UMKM.
Untuk itu, Pemberdayaan perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) bersama Bank Indonesia dan BPJPH menginisiasi “Gerakan Satu Juta Sertifikasi Halal Gratis bagi UMKM”.
Ketua Umum PPUMI, Munifah Syanwani menyatakan bahwa organisasinya berkomitmen penuh untuk mendukung penguatan UMKM di Indonesia.
Sebagai langkah awal dengan memberikan keyakinan bagi konsumen dan mendorong adanya sertifikasi halal bagi sektor usaha makanan dan minuman melalui gerakan sejuta sertifikasi halal.
“PPUMI bertugas untuk mengkolaborasikan UMKM. Dari situ kami bergerak untuk bekerja sama dengan Bank Indonesia dan BPJPH mendorong sertifikasi halal bagi UMKM,” kata Munifah dalam Webinar “UMKM Lokal Berdaya Saing Global”, Kamis (28/10/2021).
“Untuk webinar dan workshop sertifikasi halal kita berhasil merangkul UMKM sekitar 3.000 orang. Kemudian untuk acara hari ini sebanyak 6.445 peserta dengan sebaran di 34 provinsi se-Indonesia,” sambungnya.
PPUMI juga mendukung penuh para perempuan pelaku UMKM melalui rangkaian kolaboratif program dengan instansi/kementerian terkait, dalam rangka memperkuat UMKM Indonesia, baik dari sisi pendampingan dan penguatan SDM, kelembagaan, serta standarisasi.
Senada dengan PPUMI, Gubernur Bank Indonesia, Perry Wardjiyo juga menegaskan bahwa Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM di Indonesia. Dukungan ini diberikan dengan memberikan beberapa fasilitasi, termasuk sertifikasi halal, supaya UMKM bisa meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat.
“Apa yang bisa kita lakukan untuk memajukan UMKM, antara lain, pertama dengan berjamaah atau dengan membuat kelompok usaha/klaster usaha. Kedua, pendampingan usaha agar produknya berkualitas bagus dan berdaya saing. Ketiga, memberikan akses kepada UMKM, dan saat ini paling utama melalui digitalisasi,” kata Perry Wardjiyo.
