Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Begini Cara Membedakan Daging Sapi dan Babi

Abi Abdul Jabbar Sidik
16 September 2021 | 12:00
rubrik: Info Halal
Begini Cara Membedakan Daging Sapi dan Babi

Perbedaan daging sapi dan daging babi. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Sajian daging sapi menjadi primadona sebagai santapan spesial bersama keluarga. Tak heran jika permintaan daging sapi di pasaran melonjak. Hal inilah yang kemudian banyak dimanfaatkan oleh oknum nekad untuk mengoplos daging sapi dengan daging babi untuk mendapatkan keuntungan berlipat.

Dikutip dari Jurnal Halal LPPOM MUI, untuk menghindari hal ini, Dr Ir Joko Hermanianto, dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, membagikan lima aspek yang bisa dilihat secara kasat mata dalam membedakan daging sapi dan daging celeng.

  1. Warna Daging

Warna daging babi lebih pucat dari daging sapi. Warna daging babi mendekati warna daging ayam. Namun perbedaan ini tak dapat dijadikan pegangan utama, karena warna pada daging babi oplosan biasanya dikamuflase dengan pelumuran darah sapi.

Meski demikian, kamuflase ini dapat dihilangkan dengan perendaman dengan air selama beberapa jam. Selain itu, ada bagian tertentu dari daging babi yang warnanya mirip sekali dengan daging sapi sehingga sangat sulit membedakannya.

2. Serat Daging

Dari segi serat perbedaan terlihat dengan jelas antara kedua daging ini. Pada sapi, serat-serat daging tampak padat dan garis-garis seratnya terlihat jelas. Sedangkan pada daging babi, serat-seratnya terlihat samar dan sangat renggang. Perbedaan ini semakin jelas ketika kedua daging direnggangkan secara bersamaan.

3. Lemak Daging

Perbedaan lemak terdapat pada tingkat keelastisannya. Daging babi memiliki tekstur lemak yang lebih elastis sementara lemak sapi lebih kaku dan berbentuk. Pada sapi, lemak ada yang tampak padat dan sebagian lagi berbentuk serat yang menempel pada daging. Sedangkan pada daging babi, gumpalan lemak terkumpul pada ruas tertentu dan berlapis.

See also  Muhammadiyah - Halal Control GmbH Jerman bahas Kerjasama Nilai Tambah dari Transparansi Sistem Industri Halal

Selain itu, lemak pada babi sangat basah dan sulit dilepas dari dagingnya. Sedangkan lemak sapi agak kering dan tampak berserat. Namun, kita harus berhati-hati karena pada bagian tertentu seperti ginjal, penampakan lemak babi hampir mirip dengan lemak sapi.

Perbedaan Daging sapi dan daging babi.

4. Tekstur Daging

Tekstur pada daging sapi lebih kaku dan padat dibanding dengan daging babi yang lembek dan mudah diregangkan. Melalui perbedaan ini sebenarnya ketika kita memegangnya pun sudah terasa perbedaan yang nyata antara keduanya. Tekstur daging babi sangat kenyal dan mudah direkahkan. Sementara daging sapi terasa solid dan keras sehingga cukup sulit untuk diregangkan.

5. Aroma Daging

Daging babi memiliki aroma khas, sementara aroma daging sapi adalah anyir seperti yang telah diketahui semua masyarakat. Aroma inilah yang dapat menjadi senjata paling ampuh untuk membedakan daging sapi dan daging babi. Berbeda dengan warna yang bisa dikamuflase dan dicampur, aroma kedua daging ini tetap dapat dibedakan.

Sayangnya kemampuan membedakan melalui aromanya ini membutuhkan latihan yang berulang-ulang karena memang perbedaannya tidak terlalu signifikan. Jadi agak sedikit susah bagi kita yang belum pernah sama sekali mencium bau daging babi.

Selain kelima aspek di atas, dilansir dari Liputan 6, terdapat dua aspek lainnya yang juga bisa membantu konsumen dalam membedakan daging sapi dan daging celeng, yakni karakteristik umum daging dan lokasi penjualan.

Secara umum, karakteristik daging babi ternak dan babi hutan (celeng) mirip satu sama lain. Keduanya jelas memiliki perbedaan yang cukup banyak dengan daging sapi. Namun, ketika kedua jenis daging tersebut telah dicampurkan, apalagi setelah dikamuflase dengan darah sapi, keduanya menjadi sangat sulit untuk dibedakan.

See also  Sertifikasi Halal Telah Menjadi Standar Dalam Industri Pangan

Kemudian, lokasi penjualan daging babi biasanya dilakukan di tempat yang agak gelap dan terpisah dari yang lainnya. Hal ini untuk menghindari pusat perhatian dari orang banyak. Selain itu, dengan lokasi penjualan yang terpisah dengan daging sapi, konsumen akan lebih sulit mencari pembanding sehingga sulit untuk membedakan apakah itu daging sapi murni atau oplosan.

Perlu diketahui juga, biasanya daging sapi yang dioplos dengan daging babi ini tidak akan terus diletakkan di meja penjual, melainkan hanya akan dikeluarkan ketika ada yang menanyakan “adakah daging yang murah”. Untuk itu, masyarakat sebaiknya waspada bila ada penjual yang menjual dagingnya lebih murah dibandingkan dengan penjual lainnya

Sumber: MUI Digital

Tags: daging babidaging halaldaging sapi
Previous Post

Mahasiswa Muhammadiyah Ciptakan Smart Garden Berbasis IoT

Next Post

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Bentuk Perhatian Umat Kepada Para Pendakwah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks