MADANINEWS.ID, JAKARTA — Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung setahun lamanya di Indonesia diakui berdampak besar tidak hanya pada bidang kesehatan, melainkan mata pencaharian ekonomi. Meski demikian pandemi juga bisa menjadi titik tolak meraih sukses. Asal bisa merespon perubahan perilaku dan pola konsumen serta mampu melihat peluang usaha, kita akan bisa ‘survive’ menghadapi pandemic ini.
Salah satu peluang usaha yang bisa dijajaki dimasa pandemi adalah usaha olahan mie yang dinilai tak pernah lesu mengingat mie adalah makanan yang sangat popular dikalangan masyarakat Indonesia.
Besarnya minat masyarakat akan mie, memberikan prospek cerah untuk dijadikan sebagai peluang usaha baru yang cukup menguntungkan.Besarnya potensi bisnis mie, dimanfaatkan untuk mencoba usaha mie. Dari mulai usaha pembuatan mie, penjualan mie, sampai usaha makanan hasil olahan mie.
RB Electronics, perusahaan distributor di bidang produk elektronik merespon peluang ini dengan mengeluarkan produk terbarunya RB Noodle S Pro 10, mesin pembuat mie otomatis dengan kemampuan memproduksi 80 porsi mie/jam
President Director RB Electronics Jenny Widjaja, mesin ini sangat mudah digunakan untuk membuat mie dalam waktu relatif singkat. Dalam satu jam, mesin ini bisa membuat mie mentah sebanyak 60-80 porsi. Tak hanya itu , bahan-bahan yang diperlukan pun hanya sebatas tepung, air, dan telur yang sangat ekonomis.
Menariknya menurut Jenny, disini mie-nya langsung dibuat di tempat tanpa air abu, mecin dan bahan pengawet lainnya. Jadi, mie buatan menjadi lebih sehat dan enak. Karena membuat mie ayam kini bisa lebih mudah tanpa harus pakai bahan pengawet dan disimpan berhari-hari, sudah tentu menjadi keuntungan tersendiri.
“Pakai alat ini bisa bikin mie tanpa bahan pengawet, hanya menggunakan tepung, air, dan telur, bisa juga ditambah buah atau sayur, lebih sehat, warnanya pun menarik,” ucap Jenny.
Jenny juga menilai bahwa keberadaan alat ini dapat sangat membantu masyarakat yang akan membuka usaha mie.Sebab, dengan alat ini, modal pembuatan mie mentah menjadi sangat terpangkas.
“Modal mie mentahnya kalau pakai alat ini hanya Rp 675,- saja untuk satu porsi,” lanjutnya .
Dengan begitu, harga jual kembali seporsi mie bisa lebih murah.
“Kita berjualan nggak nyari untung besar saja, nyari untung kecil yang penting bisa membantu sesama juga,” tutur Jenny.
RB Noodle S Pro 10 sendiri dibanderol dengan harga Rp 29 juta rupiah untuk pelaku usaha dengan scala lebih besar. Di sisi lain, untuk usaha rumahan, RB Electronics juga menyediakan mesin pembuat mie dengan harga Rp 2.980.000,-
“Jadi kita menyasarnya memang mulai kalangan atas hingga kalangan rumahan. Kita mau mengajak mereka tetap survive di tengah pandemi dengan berkreasi lewat usaha kuliner ini,” kata Jenny.
Ia berharap Saat pandemi ini dirinya mampu membantu dan mendukung program pemerintah, mengurangi pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan. “Kami ingin terus berbagi dan bisa berkarya sehingga bisa bermanfaat di negeri ini,” tutup Jenny.
