MADANINEWS.ID, JAKARTA — Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) kini memasuki usia 19 tahun. Selama ini YBM BRI terus berupaya menjaga amanah dan meningkatkan pelayanan kepada para muzakki serta menyejahterakan jutaan mustahik.
Milad YBM BRI ke-19 ini dijadikam momentum transformasi lembaga dalam kerangka perbaikan berkelanjutan. Beragam inovasi pemberdayaan dana zakat telah diikhtiarkan selama 19 tahun untuk membuat para mustahik sejahtera.
Sebagai lembaga filantropi, YBM BRI selalu hadir melalui beragam inovasi program pemberdayaan zakat. Di tengah situasi Covid-19 ini, YBM BRI juga turut berikhtiar dengan menyalurkan 7,8 Milliar kepada 102.745 penerima manfaat terdampak Covid-19, melalui berbagai macam program.
Ketua Badan Pengurus YBM BRI Sepyan Uhyandi, mengatakan lembaga amil zakat Bank Rakyat Indonesia selama 19 tahun terus mengumpulkan dana sosial dan menyalurkan kepada mustahik.
“Kami membuat program mencari mustahik. Kalau mustahik (penerima zakat) harus nyari-nyari semuanya bisa. Sebagai amil kita bertugas mencari mustahik yang diam saja,” katanya katanya dalam perayaan Milad YBM BRI ke-19 yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu (12/8).
Dia mengatakan Direksi Bank Rakyat Indonesia mencanangkan, pada sepuluh tahun kedua YBM nanti setiap pegawai BRI yang memenuhi syarat syariah harus membayar zakat di YBM BRI.
Dengan begitu, kata dia, pemungutan zakat akan semakin efektif dari mereka yang berkewajiban membayarnya. Selanjutnya dana sosial itu agar dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mengentaskan kemiskinan.
Selama 19 tahun, YBM BRI terus berupaya menjaga amanah dan meningkatkan pelayanan kepada para muzakki serta menyejahterakan jutaan mustahik.
Ulama terkemuka KH Wahfiudin Sakam mengatakan para pengelola zakat atau amil harus bangga dengan pekerjaannya. “Karena bukan sekedar bekerja melainkan juga menegakkan agama Islam,” katanya.
Dalam acara Milad ini juga diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh KH. Wahfiudin Sakam. Dalam ceramahnya, Kiai Wahfiudin menyampaikan bahwa para amil YBM BRI harus bangga dalam menjalankan pekerjaannya yang mulia.
“Karena bukan sekadar bekerja melainkan juga menegakkan agama Islam,” ujar Kiai Wahfiudin.
Karena itu, tambah dia, saat akan berangkat dari rumah para amil sebaiknya berniat untuk menegakkan hukum Islam. “Tugas kita melanjutkan tugas rasulullah SAW,” jelasnya.
Ulama terkemuka KH Wahfiudin Sakam mengatakan para pengelola zakat atau amil harus bangga dengan pekerjaannya. “Karena bukan sekedar bekerja melainkan juga menegakkan agama Islam,” katanya.
Wahfi mengatakan amil bekerja untuk menegakkan Islam dan melanjutkan tugas Rasulullah SAW.*

Assalamualaikum wr wb.
Sy sekeluarga berapa bulan lalu mendapat musibah rumah ambruk dimakan rayap, saya sudah minta bantuan kemana2 utk perbaikan rumah kami tapi sampe sekarang belum ada yg membantu. Apakah Baitul mal bisa membantu keuangan utk perbaikan rumah kami ?
Sy mohon tolong direspon secepatnya krn kami sekeluarga sangat membutuhkan bantuan keuangan agar kerusakan rumah kami tdk bertambah parah, agar rumah kami bisa selesai perbaikannya, agar kami sekeluarga bisa menempati rumah kami lagi dengan rasa aman, nyaman, damai, menyenangkan, selamat, bahagia didunia & akherat
Aamiin Aamiin Aamiin Yaa Robbal Aalamiin