Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Waspada! Ini Ciri Makanan yang Mengandung Minyak Babi, Jangan Sampai Tertipu

Abi Abdul Jabbar Sidik
2 June 2025 | 15:00
rubrik: Info Halal
Waspada! Ini Ciri Makanan yang Mengandung Minyak Babi, Jangan Sampai Tertipu

Ilustrasi Makanan mengandung minyak babi. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Minyak babi alias lard sering digunakan dalam dunia kuliner karena kemampuannya membuat makanan jadi renyah dan gurih. Tapi bagi umat Muslim, kehadiran minyak ini bisa jadi bencana—apalagi jika tersembunyi dalam makanan tanpa label jelas.

Minyak babi berasal dari lemak babi yang dilelehkan, kemudian disaring hingga menghasilkan minyak bening. Dalam suhu ruangan, bentuknya padat dan berwarna putih atau krem pucat. Minyak ini sering dipakai untuk menggoreng, memanggang, hingga menumis karena hasil akhirnya yang bikin lidah bergoyang.

Namun, “gurih” bukan segalanya. “Sayangnya, keberadaan minyak babi dalam makanan tidak selalu mudah dikenali karena tidak selalu tercantum jelas pada label kemasan, sehingga konsumen perlu lebih waspada dan teliti saat memilih produk makanan.”

Lalu, bagaimana mengenali makanan yang kemungkinan mengandung minyak babi?

Ini Dia Ciri-Cirinya

  1. Tekstur Lebih Renyah dan Flaky
    Makanan yang digoreng atau dipanggang pakai minyak babi cenderung lebih renyah dan flaky. Hal ini umum ditemukan pada kue, pastry, hingga kulit pie.

  2. Aroma dan Rasa yang Khas
    Walau minyak babi diklaim punya rasa netral, dalam beberapa kasus, makanan yang menggunakannya memiliki aroma khas yang berbeda dari minyak nabati.

  3. Ketahanan Lebih Lama
    Makanan berbahan minyak babi, terutama yang telah dihidrogenasi, cenderung lebih awet karena lebih stabil dalam suhu ruangan.

  4. Label atau Istilah Tertentu
    Waspadai istilah seperti “lard”, “shortening”, atau “animal fat” di label. Istilah ini bisa jadi kode halus untuk minyak babi. “Penting untuk membaca label dengan cermat.”

Tips Hindari Konsumsi Minyak Babi

Biar nggak kebobolan, ada beberapa cara untuk menghindari konsumsi minyak babi:

  • Periksa label produk
    Selalu baca label kemasan sebelum membeli. Jangan malas, karena satu istilah bisa jadi penentu.

  • Cari sertifikat halal
    Produk dengan sertifikasi halal dari lembaga resmi seperti MUI bisa jadi pegangan utama untuk memastikan kehalalannya.

  • Tanyakan pada penjual
    Jangan ragu bertanya langsung tentang bahan yang digunakan. Lebih baik cerewet daripada menyesal.

  • Gunakan aplikasi pendeteksi
    Beberapa aplikasi kini bisa bantu mendeteksi kandungan babi lewat pemindaian barcode produk.

See also  PMK Tarif Layanan JPH Terbit, Ini Besaran Biaya untuk Sertifikasi Halal

Dengan langkah-langkah ini, konsumen bisa lebih yakin dan selektif dalam memilih makanan, terutama yang sesuai dengan prinsip dan keyakinan masing-masing. Pengetahuan tentang ciri-ciri makanan mengandung minyak babi pun perlu terus disebarluaskan agar tidak ada lagi yang “kecolongan”.

Tags: BPJPHciri makanan haramHalal MUImakanan halalminyak babi
Previous Post

Arab Saudi Pangkas Jarak Adzan-Iqamah di Makkah Selama Musim Haji

Next Post

6 Amalan Sunnah Saat Kurban, Jangan Asal Sembelih!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks