BPOM Akan Bertemu BPO Negara OKI Bahas Kemandirian Ketersediaan Produk Vaksin

Penulis Abi Abdul Jabbar

IBADAH.ID, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI) berinisiatif untuk menjadi tuan rumah pertemuan pertama para pimpinan Badan Pengawas Obat negara anggota OKI pada bulan November 2018 mendatang.

Tujuan pertemuan ini salah satunya, untuk mengawal perumusan strategi terkait kemandirian dan ketersediaan produksi vaksin

Sebelumnya, Kepala BPOM RI Penny K. Lukito dengan Sekretaris Jendral OKI, H.E. Dr. Al-Othaimeen pada tanggal 14 November 2017 lalu melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jendral Organisasi Kerjasama Islam (OKI), H.E. Dr. Al-Othaimeen

Pertemuan ini akan dihadiri oleh 57 anggota negara OKI, perwakilan WHO, dan negara pengamat lainnya. Sebagai salah satu rangkaian persiapan pelaksanaan pertemuan tersebut, hari Selasa (21/08) lalu Kepala BPOM RI mengundang para Duta Besar negara anggota OKI untuk berdiskusi.

Dalam kesempatan ini, Kepala BPOM RI meminta kesediaan para Duta Besar untuk menyampaikan pentingnya pertemuan pada November 2018.

“Kami harapkan Bapak dan Ibu Duta Besar dapat mendorong Kepala Badan Pengawas Obat di masing-masing negara dapat hadir dan berpartisipasi pada pertemuan nanti,” ujar Kepala BPOM RI di Jakarta, Jumat (24/8).

“Pertemuan pada November nanti diharapkan selain dapat meningkatkan kerja sama antara pihak berwenang yang bertanggung jawab atas mengawal obat-obatan, juga dapat meningkatkan perdagangan dan kerjasama ekonomi di bidang obat-obatan produk, termasuk vaksin. Karena itu, kehadiran perwakilan tiap negara anggota OKI menjadi sangat penting,” tutupnya. (Tio/Kontributor).

BACA JUGA

Tinggalkan komentar